Suami Tergoda Janda Muda

Suami yang tipis iman mudah tergoda rayuan janda muda  cantik

Diangkat dari Kisah Nyata!

“Mas …, teganya kamu selingkuh …!” ratap Lisa sambil memegang kemeja putih suaminya.  Kemeja itu bekas dipakai Hadi kemarin. Tidak ada yang aneh dengan kemeja itu, namun  ada bekas lisptik tercetak jelas di bagian bahu belakang.  

Ini yang membuat Lisa menangis. Dia membayangkan betapa bekas lipstick itu, pasti dari selingkuhan sang suami. Mungkin saja mereka berduaan entah dimana. Membayangkan  itu, bertambah  deras bulir-bulir air bening membasahi pipi mulusnya. “Kenapa tega kamu … Mas? Kenapa …?” keluh Lisa dalam hati.

Awal pernikahan Lisa bertubuh ramping tinggi semampai. Namun sekarang berat badannya sudah bertambah, mungkin karena sudah lebih lima tahun menikah. Sayangnya belum juga dikaruniai anak. Sudah sering mereka ke dokter memeriksakan diri. Kata dokter mereka sehat secara jasmani, hanya saja memang belum ditakdirkan punya anak. Harus banyak istirahat, tidur teratur bersama dan makan yang bergizi.

Sore ini, Hadi  baru pulang dari kantor langsung  memasukkan mobil Fortuner-nya ke garasi. Seperti biasa pria mapan itu sambil bersiul-siul masuk ke kamar tidur. Di sana Lisa sedang berbaring ditempat tidur hanya mengenakan daster. Memang dalam kesehariannya Lisa selalu memakai daster, mungkin karena hanya di rumah saja. Jadi tidak perlu memakai pakaian yang menarik.

“Sayang …, nih aku bawain seblak kesukaan kamu!” ucap Hadi seraya meletakkan sebungkus seblak jeletot di atas meja. Pria itu tahu banget, bahwa istrinya paling suka makan seblak.

Namun istrinya bergeming. Hadi merasa heran. Nggak biasanya sang istri seperti ini. Biasanya asal disebutkan ia membawa seblak jeletot, pasti responnya beda. Sangat responsif! Tapi kali ini tidak. Ada apa ini?

“Mas … kamu selingkuh ya …?” tanya Lisa sambil bercucuran airmata.

“Selingkuh … aku selingkuh …?” ucap Hadi heran. “Kamu nuduh aku ya Lis …?”

“Iya Mas … ini buktinya …!” jawab Lisa sembari menyerahkan kemeja putih yang dipakai Hadi kemarin.

Hadi menerima kemeja itu. “Tidak ada apa-apa dengan kemeja ini …!” kata hatinya.

“Periksa bagian belakang …! Bekas lipstick siapa itu …?” tanya istrinya dengan pandangan sinis menatap suaminya. Lisa benar-benar merasa hancur hatinya. Gelap rasanya dunia ini.

Hadi terkesiap melihat bekas lipstick warna merah tercetak jelas di kemeja bagian belakang yang dipakainya kemarin. Pria itu terdiam sejenak. Kelihatannya sedang berpikir.

“Ooh itu …, mungkin kejadiannya waktu di lift kantor. Waktu itu lift penuh banget. Ada seorang wanita yang buru-buru mau keluar dari lift. Posisi wanita itu persis disebelah belakang. Tiba-tiba wanita itu terjatuh dan menubruk bagian belakang badan Mas! Pasti itu kejadiannya!” sahut Hadi tegas. “Nggak salah lagi itulah kejadiannya!”

Lisa terdiam. Setengah percaya dan setengah tidak. Tapi penjelasan suaminya cukup meyakinkan. Tegas lagi ucapannya. “Apa mungkin aku yang salah menduga ya …?” kata wanita itu dalam hati.

“Itulah kejadiannya, Sayang …! Nggak mungkinlah Mas selingkuh …! Percayalah !” ucap Hadi tegas meyakinkan istrinya.

“Jadi Mas nggak selingkuh ya …!” Nada ucapan Lisa memang pertanyaan, tapi kesannya meminta kepastian bahwa sang suami tidak selingkuh.

“Nggaklah sayang …!”    

***

Sebulan yang lalu, ada tetangga baru pindah ke rumah di seberang rumah mereka. Tetangga baru itu seorang wanita muda usia dua puluhan. Rambutnya hitam tergerai sebahu, hidung mancung, berkulit putih dan tinggi semampai. Selalu berpakaian rapi, mungkin berdandan setiap hari. Dia hanya berdua dengan anaknya yang masih kecil. Wanita muda cantik itu bernama Mona. Dan dia seorang janda!

Begitu pindah,  Mona langsung mendatangi rumah Lisa. Berkenalan dan silaturahmi, katanya. Kebetulan waktu itu Hadi ada di rumah, jadi ikut berkenalan. Mona orangnya ramah dan supel. Mudah dekat dengan siapapun walau baru berkenalan, tapi entah kenapa Lisa tidak suka. Mungkinkah karena ia janda? Muda dan cantik!  Suami wanita itu meninggal kecelakaan pesawat terbang.

Silaturahmi Mona dianggap hal yang biasa menurut Lisa. Sebagai pendatang baru wajar kalau ingin berkenalan dengan tetangga lama. Namun tidak demikian halnya bagi Hadi. Waktu perkenalan itu memang biasa, tapi ketika bersalaman pamitan pulang ada yang tidak biasa. Memang Mona hanya menunjukkan ekspresi biasa, tapi sempat ada gelitikan kecil ditangan Hadi. Itu membuat suaminya Lisa agak kaget. Tapi Mona terus berlalu seperti tidak terjadi apa-apa. Namun sebenarnya itulah awal dari cerita ini.

***

“Sayang …, aku pergi dulu ya …!” ucap Hadi sembari mengecup kening sang istri. Seperti biasa pagi itu ia hanya mengenakan daster. Memang Lisa seharian lebih suka memakai daster dan berdandanpun hanya seperlunya saja. Paling setelah mandi, memakai bedak tipis dan kembali berdaster. Mungkin karena berat badannya yang lebih dari biasa membuat ia merasa nyaman memakai daster.

“Ya Mas …,” jawab Lisa pendek sedang duduk di ruangan makan. Ia melambaikan tangan kepada suaminya yang telah beranjak menuju mobil. Rutinitas seperti itu dilakukan oleh Lisa ketika melepas suaminya berangkat kerja.

Hadi mengemudikan sendiri mobil Fortuner-nya. Baru saja keluar dari pintu pagar rumah, terlihat tetangga depan rumah itu sedang membawa anaknya berjalan keluar dari rumah. Pakaian rapi, celana panjang hitam dengan sweater merah muda membungkus ketat tubuhnya.

Hadi melambatkan mobilnya. Pria itu mencoba tersenyum kepada janda muda itu.

“Berangkat kerja Mas …?” sapa Mona sambil tersenyum manis penuh arti.

“Iya …, mau kemana ini …?” Hadi balas bertanya seraya menghentikan mobilnya.

“Oh iya Mas, lagi mau cari taxi …! Mau antar Nadya ke rumah neneknya di Blok M …!”

“Kalau begitu bareng aja. Kebetulan searah kok. Kantor saya juga di daerah Blok M …!” ucap Hadi tanpa berpikir panjang lagi, langsung membuka pintu mobilnya. Tujuannya bagus, membantu tetangga.  Membantu janda muda cantik yang menggelitik tangannya ketika pamitan kemarin.

“Oh iya. Terimakasih…! Ayo Nadya .., kita naik mobil Om ini!”

Begitu Mona dan anaknya naik ke mobil, aroma parfum yang lembut langsung menyergap penciuman Hadi. Pria itupun membatin, sempurna banget wanita ini. Langsing, cantik, muda, rapi dan harum! Beda banget dengan yang di rumah.  Gemuk, jarang dandan, wangi bawang dan selalu berdaster!

Perkenalan pertama kemarin berlanjut hari ini. Dan entah selalu kebetulan, atau mungkin disengaja hampir setiap hari Mona menumpang mobil Hadi. Ada saja keperluan wanita itu untuk keluar rumah setiap pagi. Bersamaan waktunya dengan Hadi berangkat kerja ke kantor. Dan belakangan ini, Hadi banyak perbedaan. Berpakaian lebih rapi dan memakai parfum lebih dari biasa. Sering pulang agak terlambat, kadang sampai malam. Kalau ditanya istrinya, alasannya banyak pekerjaan yang harus dilemburkan. Sampai pada suatu hari seperti biasa kembali pagi ini Mona menumpang mobil Hadi.

“Biasanya pakaian rapi Mas …, kok hari ini beda. Cuma pakaian santai …?” tanya Mona tanpa canggung lagi. Mungkin sudah terbiasa merasa dekat, karena setiap hari selalu bersama. Hari ini janda muda itu sendirian, kebetulan Nadya menginap di rumah neneknya sejak dua hari yang lalu.

“Iya … hari ini nggak ke kantor, tapi mau ke Bandung. Ada tugas mau liat proyek di sana …!” jawab Hadi jujur.

“Sendirian Mas …?”

“Iya ...,  emangnya mau nemenin …?” pancing Hadi. Lupa kalau ia masih punya istri di rumah.

“Emang boleh Mas … ?”

“Boleh …, tapi pulangnya besok sore …!”

“Siapa takut …!” tantang Mona sambil tersenyum penuh arti dan melirik genit.

***

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak! Esok paginya, Hadi dan Mona yang baru keluar dari sebuah hotel di Bandung  terlihat oleh teman baik Lisa bernama Susi.  Susi memang bekerja di hotel itu. Waktu itu Hadi dan Mona berpegangan tangan menuju ke parkiran mobil. Mereka tidak sadar kalau diam-diam Susi mengabadikan momen itu dengan hapenya.

Pulang dari Bandung, Hadi mengantarkan Mona ke rumah ibunya di seputaran Blok M. Setelah itu baru pulang ke rumah.  Setibanya di rumah, langsung menuju ke kamar. Di sana Lisa sudah menunggu. Duduk di tempat tidur sambil memeluk guling. Wajah cemberut! Pandangan mata tajam menatap sang suami.

“Baru pulang Mas  …? Kok nggak sekalian dibawa kesini selingkuhannya …? Kemana si janda muda itu …?” tanya Lisa beruntun. Napas Lisa mulai tidak teratur dan tersengal-sengal seperti menahan amarah.

Hadi terdiam. Dia tidak mengerti, kenapa Lisa seperti sudah tahu kalau kepergiannya ke Bandung bersama Mona. Janda muda depan rumah!

“Maksud kamu apa …? Siapa yang selingkuh …!” jawab Hadi tak mau kalah gertak. “ Jangan sembarang menuduh … !”

“Ooo ngga ngaku ya …!” ucap Lisa setengah berteriak dan langsung berdiri sambil mengacungkan hapenya.

“Ini buktinya …!” lanjut Lisa seraya menunjukkan foto Hadi bergandengan tangan dengan Mona berlatar belakang sebuah hotel di Bandung.

Hadi langsung terdiam. Tak bisa lagi menunjukkan kegagahannya seperti sebelumnya, ketika  membantah ucapan istrinya.  Pria itu tak  tahu lagi harus menjawab apa.

“Sekarang begini Mas …! Pilih aku atau dia …!” ucap Lisa dengan suara serak diselingi isak tangis. “Aku tak mau diduakan !”

Hadi membisu. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Penyesalan selalu datang terlambat. Tapi dalam hati, ia pun tak tahu menyesal atau tidak. Namun yang pasti saat ini badai prahara telah melanda rumah tangganya.

***

Evaluasi :

Kesetiaan adalah sesuatu yang mahal dalam sebuah pernikahan, sesuatu yang tidak mudah untuk dipertahankan, namun harus dipelihara. Tidak semua suami atau istri bisa mempertahankan kesetiaan itu. Ada saja hal-hal yang bisa merusak kesetiaan itu dari salah satu pihak. Bisa dari pihak istri atau dari suami. Namun yang pasti rusaknya kesetiaan itu bersangkutan dengan orang ketiga.
Bilamana kesetiaan mulai terganggu, harus segera dimulai dilakukan instropeksi diri pada suami maupun istri. Bilamana terjadi permasalahan harus segera diatasi. Harus segera dicarikan solusinya. Bila tidak, kesetiaan yang telah dipupuk sekian lama bisa hancur berantakan.
Perselingkuhan memang identik dengan hancurnya kesetiaan. Menurut pakar psikolog dari USA, perselingkuhan tidak selamanya berarti lunturnya kasih sayang atau cinta kepada pasangan. Ada salah satu pihak yang selingkuh, namun ia tetap mencintai pasangannya. Perselingkuhan dilakukannya hanya karena iseng atau terjebak oleh situasi dan kondisi. Namun demikian perselingkuhan dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan. 
Beberapa tanda-tanda pasangan mulai selingkuh, antara lain : berdandan lebih dari biasa, memakai parfum secara berlebihan, sering pulang terlambat. Bisa terjadi juga sering bepergian keluar kota dengan alasan dinas atau bisnis, hape diberi pin atau password. Mungkin juga jika menerima telepon menjauh dari istri atau seperti berbisik-bisik, jika diajak bepergian oleh istri sering menolak. Tanda-tanda lainnya jika diajak berbicara tentang program masa depan selalu mengelak, semakin jarang meluangkan waktu berbicara dengan istri, cenderung emosional dan mudah tersinggung,  

Dalam kasus cerita di atas, jelas suami yang imannya tipis mudah tergoda, mudah melayani rayuan lawan jenis, jelas bersalah! Namun dalam hal ini sebaliknya istri juga turut andil bersalah. Tidak mau merawat bentuk tubuh yang semakin gemuk, jarang dandan untuk suami dan terlalu sering berdaster. Padahal suami juga selalu ingin melihat istri yang tetap cantik dan menyenangkan. Dua sisi ini saling mendukung terjadinya perselingkuhan. Sebaiknya suami maupun  istri harus selalu instropeksi diri agar kesetiaan tetap terpelihara dan perselingkuhan bisa dihindari.

Tips :

Tips Pertama,
Suami harus selalu berusaha membuat istri merasa nyaman dan terlindungi, baik ketika di rumah maupun di luar rumah. Sebaliknya istri juga harus bisa membuat suami selalu merasa senang ketika melihat sang istri. Baik dari segi penampilan fisik maupun dandanan sehari-hari. Semua itu membuat suami maupun istri merasa nyaman dan bahagia dengan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dengan demikian diharapkan kesetiaan kedua belah pihak selalu terjaga.

Tips  Kedua,
Biasakanlah terbuka dan selalu berdiskusi dengan pasangan tentang masalah apapun yang terjadi. Siapkanlah waktu dan mental apabila akan membicarakan hal-hal yang sensitif tentang hubungan suami istri. Jangan terburu-buru dan jangan memaksakan agar segera dicarikan solusi. Tunda dulu sampai hati dan pikiran merasa lebih tenang.

Tips Ketiga,
Bilamana setelah melalui pembicaraan yang sulit dan ditemukan kata sepakat untuk melanjutkan hubungan. Inilah saatnya untuk menghidupkan kembali hubungan yang mungkin telah mendingin utuk beberapa waktu yang lalu. Mungkin bukan hal yang mudah, tapi segeralah memulai memperbaiki hubungan secepatnya. Misalnya dengan cara liburan berdua dan menghabiskan waktu bersama di tempat-tempat wisata yang indah.

Menghabiskan waktu bersama dengan pasangan membantu membangun kembali hubungan yang rusak. Tapi lebih baik lagi melakukan aktivitas yang membangun hubungan. Misalnya pergi mendaki gunung, jalan-jalan di taman atau pantai yang indah.

Tips Keempat,
Jika cara-cara di atas masih belum membuat suasana rumah tangga menjadi nyaman untuk kedua belah pihak, mungkin sudah saatnya berpikir mencari solusi yang terbaik. Banyak orang yang berhasil memperbaiki hubungan yang telah ternodai oleh perselingkuhan. Namun, luka yang terlalu dalam terkadang membuat beberapa hubungan tidak bisa diselamatkan. Jika memang tidak mampu mengatasi luka karena perselingkuhan, mintakanlah nasihat dari orang tua, orang terdekat atau konsultasi ke psikolog. Terakhir mohonkan petunjuk dari Tuhan untuk mengambil langkah mundur mengakhiri pernikahan. Langkah ini hanya dilakukan dengan mempertimbangkan semua aspek. Termasuk perasaan anak!

Demikian edisi kali ini. Janganlah bermain air jika tidak ingin basah dan janganlah bermain api jika tidak ingin terbakar.

Edisi selanjutnya berjudul “Adat Keluarga Suami Yang Tidak Diketahui Istri  Apa saja adat keluarga suami yang bisa mengekang istri? Perlukah sebelum menikah membicarakan tentang adat keluarga suami dan keluarga istri? Solusi apa yang terbaik untuk mengatasi hal ini? Masihkah di zaman sekarang ini masih ada adat keluarga suami yang bisa mengekang istri? Ayo simak terus blog ini dan temukan jawabannya di sini!

Belum ada Komentar untuk "Suami Tergoda Janda Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel