Istri Kecanduan Drama Korea

Istri Kecanduan Nonton Drama Korea

“Dik …! Bangun dulu … salat subuh …!” panggil Hamka membangunkan istrinya saat waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi.

“Huuuh …, masih ngantuk Mas …!” sahut Ira yang masih tertidur lelap. Tubuh meringkuk, mata terpejam dan berselimut tebal menahan dinginnya AC.

“Ayo bangunlah …, ambil wudhu …! Kita salat subuh berjamaah …!” ajak Hamka sambil menggoyang-goyangkan badan istrinya.

Pria usia dua puluh delapan tahun itu menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat istrinya susah sekali bangun tidur di pagi ini. Bukan sekali ini saja Ira sulit untuk bangun pagi. Sudah berkali-kali diingatkan oleh suaminya agar jangan menonton Drama Korea sampai menjelang subuh. Akibatnya ya ini, salah satunya sulit untuk bangun pagi. Ini sebagai akibat suka begadang nonton Drakor.

“Dik … bangun …!” Kali ini ucapan Hamka lebih keras disertai gerakan tangannya menggoyang-goyangkan bahu sang istri.

“Huuh … ngantuk banget Mas …!” sahut Ira sembari menutup mulutnya yang sedang menguap panjang dengan tangan kanannya.

“Ayo bangun …, ambil wudu …, kita salat subuh dulu ya …!” bujuk sang suami dengan nada suara agak lembut. Dengan kedua tangannya, Hamka berusaha menarik tangan sang istri, agar cepat bangun. “Ayolah Dik …, ntar keburu habis waktu subuhnya… !”

“Iya …, iya … Mas …!” Akhirnya Ira bangun juga. Walau dengan gerakan badan yang kemalasan dan memaksakan diri, wanita berhidung mancung dan mata agak sipit itu beranjak menuju ke kamar mandi.

Selesai salat subuh, Hamka bersiap-siap berangkat kerja. Pria itu memang cukup disiplin, paling lambat setiap pukul setengah enam pagi sudah berangkat kerja. Menghindari kemacetan Kota Jakarta. Sementara sang istri tidur lagi, sampai tidak tahu bila suaminya sudah berangkat kerja.

***

Sekitar pukul enam sore, Hamka tiba di rumah setelah seharian bekerja di kantor. Pria itu menjumpai istrinya sedang asyik memegang laptop. Ira sedang menonton Drama Korea kesukaannya. Something In The Rain dengan aktor tampan kesayangannya Jung Hae In.

“Lagi ngapain Dik …? Nonton drakor ya ….?” sapa Hamka ramah kepada sang istri yang sedang duduk santai di sopa panjang ruangan tamu. Pria ini memang tidak masalah dengan hobi sang istri. Yang penting rumah tetap bersih dan ketika ia pulang, sang istri tetap ada di rumah.

“Oh baru pulang Mas … ? Ntar kubuatkan teh manis …. ! Tapi sebentar lagi ya Mas …, lagi nanggung nih …!” sahut Ira dengan tetap fokus menonton Drama Korea kesayangannya.

“Ya sudah …, aku ganti pakaian dulu ya …!” balas Hamka langsung bergegas menuju kamar tidur.

Setelah berganti pakaian, Hamka balik menemui sang istri yang masih asyik dengan laptopnya. 
Wanita itu seakan tidak memperdulikan kehadiran sang suami. Pria itu duduk di sebelah istrinya dan membuka hape. Kedua suami istri itu asyik dengan dunianya masing-masing. Istri dengan laptop, suami dengan hape. Ada sekitar lima belas menit lamanya, barulah Ira memecah kebisuan.

“Mas …, aku suka banget gaya Jung Hae In, orangnya ganteng dan ramah …! Tapi itu lho gaya potongan rambutnya yang paling aku suka …! Gimana kalau potongan rambut Mas di rubah biar mirip Jung Hae In …? Mau ya Mas … !” Rentetan ucapan dan permintaan berhamburan dari mulut wanita yang telah menjadi istri Hamka hampir tiga tahun lamanya.

“Apa … ? Dirubah jadi model rambut seperti aktor Korea  …?” tanya Hamka sambil menoleh kearah istrinya yang sedang asyik dengan laptopnya.

“Iya Mas …! Mau ya  …?” bujuk sang istri seraya menunjukkan tayangan sinetron Something In The Rain yang dibintangi Son Ye Jin dan Jung Hae In sebagai bintang utamanya. Kebetulan sedang ada adegan dimana Jung Hae In sedang bermain.

“Manalah mungkin rambut Mas mau dibuat model seperti itu …, apa nanti kata temen-temen di kantor …?” sahut sang suami setelah melihat penampilan aktor Korea kesayangan istrinya.

“Kan nggak apa-apa Mas …? Model rambutnya agak pendek juga kok …, cuma depannya dibiarkan sedikit awut-awutan … !” Ira terus berusaha membujuk suaminya, agar mau menirukan model rambut aktor Korea kesayangannya.

“Aku juga sekarang sedang manjangin rambut …, biar mirip Son Ye Jin …! Itu lho lawan mainnya Jung Hae In …!” lanjut Ira sembari menatap mesra wajah Hamka dan mencium tangan suaminya. “Mau ya Mas …, please deh …!”

“Nggak ah …! Aku nggak mau …!” tegas sang suami seraya mematikan hapenya. Pria itu benar-benar tidak mengerti, kenapa istrinya bisa keracunan seperti itu?

“Sudahilah kecanduan nonton drakor itu Dik …! Bisa-bisa nanti kamu minta pindah ke Korea …!” ucap Hamka dengan nada tetap lembut.

Selama ini pria itu dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan tidak mau berbicara keras. Itu juga salah satu point yang membuat hati Ira luluh dan memilih Hamka sebagai pendamping hidupnya.

“Mas …, selama ini aku kan nggak pernah macem-macem. Semua apa katamu aku turuti …, kecuali yang satu ini …, izinkanlah aku tetap nonton Drama Korea … ya Mas …?”

Hamka terdiam untuk beberapa saat, sepertinya dia sedang mempertimbangkan sesuatu sebelum menjawab permintaan sang istri. Di dalam hati sebenarnya agak keberatan, namun dia teramat sayang kepada istrinya. Pria itu tak mau membuat istrinya bersedih, seandainya tak diizinkan menonton Drakor.

“Ya sudah begini saja …! Boleh nonton Drakor, tapi …!” Hamka berhenti sejenak seperti berpikir lagi, sebelum melanjutkan ucapannya.

“Tapi apa Mas … ?” tanya Ira dengan harap-harap cemas. Khawatir kalau Hamka tak mengizinkan ia menonton Drama Korea lagi.

“Tapi kamu harus bisa membagi waktu …! Jangan sepanjang hari nonton Drakor, lalu mengabaikan kewajibanmu sebagai seorang istri …!” ucap Hamka tegas sembari menatap lekat wajah sang istri.

“Siap Mas … terimakasih …!” balas Ira senang, sembari hendak memeluk sang suami tercinta.

“Eiit tunggu dulu … ! Masih ada satu syarat lagi …!” ucap Hamka sambil menahan tangan istrinya yang keburu senang.

“Aduh ada apa lagi Mas …?” tanya Ira penasaran bercampur takut, kalau suaminya membatalkan keputusan yang telah diucapkan.

“Jangan pernah menonton Drakor ketika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ntar susah dibangunin salat subuh ….!” Hamka memberikan satu syarat lagi.

“Iya Mas …! Aku akan atur waktu terbaik kapan mau nonton Drama Korea …!” balas Ira tersenyum senang, karena sang suami sudah memberikan izin walau dengan syarat.

“Ingat …, jangan lagi nonton Drakor tengah malam di dalam selimut …!” ucap Hamka mengingatkan sang istri.

Dulu memang pernah beberapa kali Ira menonton Drakor tengah malam. Waktu itu suami sudah tidur di sebelahnya. Namun ada episode yang sangat ditunggunya, sehingga tidak sabar ingin segera melihat kelanjutannya. Untuk itu, walau Hamka disebelahnya, ia mengambil laptop dan menggulung tubuhnya dengan selimut. Dengan bantuan headset handphone, ia menonton Drakor sampai pagi. Wanita itu tidak tahu, kalau suaminya sebenarnya melihat perbuatannya. Menonton Drama Korea di dalam selimut, hanya Hamka tidak tega melarang.

“Iya …, iya … iya Mas …!” tukas Ira dengan malu-malu sambil menundukkan kepala.

***

Evaluasi :

Sebenarnya menonton sinetron di televisi, hape, laptop dan lain-lain merupakan sesuatu yang wajar! Apakah itu Drama Korea, Bollywood, Hollywod, Mandarin ataupun Indonesia? Tidak ada yang salah. Asalkan sesuai dengan batasan umur dan tidak mengganggu waktu atau jam kerja. Termasuk juga jam istirahat malam.
Yang tidak boleh, apabila karena kecanduan menonton Drama Korea misalnya, hingga larut malam bahkan sampai dini hari. Atau sampai mengganggu kegiatan sehari-hari sebagai pegawai, karyawan atau ibu rumah tangga.
Penonton Drama Korea di Inonesia saat ini semakin meningkat, terutama di kalangan remaja wanita dan ibu-ibu rumah tangga. Khususnya ibu-ibu muda. Ceritanya yang romantis dan melankolis. Ketampanan dan kecantikan dari pemain-pemain Drama Korea juga menjadi salah satu alasan utama bagi pecinta Drama Korea. Sehingga tak jarang istilah-istilah bahasa Korea seperti Arasso, Daebak, Oppa, Yobo, Saranghaeo dan lain-lain menjadi tren di kalangan penikmat Drama Korea.
Drama Korea bisa membius penontonnya. Kalau adegannya lagi baper secara tidak sadar penontonnya ikutan melow. Kalau sedang ada adegan romantic, penontonnya bisa ikutan blushing serasa jadi tokoh utama. Kalau alur cerita sedang happy, maka mood yang menonton ikutan happy. Tapi kalau adegannya lagi sedih-sedihnya, tak jarang penontonnya ikutan nangis. Tidak jarang perasaan sedih, senang, galau sewaktu menonton Drama Korea terbawa dalam kehidupan nyata. Itulah candu menonton Drama Korea.
Alur cerita yang memikat membuat penonton Drama Korea sering lupa diri, lupa waktu dan lupa akan kewajiban-kewajiban yang seharusnya sudah dilakukan. Kalau tidak bisa mengatur waktu dalam menonton Drama Korea, maka tidak dipungkiri akan terkenan dampak negatif. Misalnya lupa mengatur waktu untuk hal-hal lain. Kurang tidur dan kurang istirahat, bisa terjebak dalam khayalan hidup seperti di Drama Korea. Bisa juga mengubah mood tergantung dari kondisi Drama Korea yang baru ditonton. Itu kalau sudah benar-benar kecanduan.
Sepintas kecanduan Drakor tidak menimbulkan dampak negatif. Namun jangan lupa penontonnya cenderung menghabiskan waktu berjam-jam. Bahkan sering begadang demi mengikuti setiap episode yang selalu membuat penasaran. Hal seperti inilah yang  dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Intinya bukan tidak boleh menonton Drama Korea atau drama apa saja, sepanjang bisa mengatur dan membagi waktu yang tepat untuk menontonnya.
Tips :
Tip Pertama,
Bicarakan dengan suami untuk mengatur dan membagi waktu yang terbaik untuk menonton Drama Korea. Mintalah izin suami, kapan waktu yang sebaiknya untuk menonton.
Tip Kedua,
Tetap sisakan waktu terbaik untuk suami dan anak-anak di rumah. Jangan karena kecanduan,  sepanjang waktu yang ada terus menonton Drama Korea. Luangkan waktu, sesekali tetap bersendagurau dengan suami dan anak-anak dirumah.
Tip Ketiga,
Jangan menonton hingga berjam-jam lamanya. Tidak baik untuk kesehatan mata, juga untuk kesehatan tubuh karena hanya duduk dan kurang gerak berlama-lama.
Tip Keempat,
Jangan sampai terjebak karena kecanduan Drama Korea, sehingga terus berkhayal bisa hidup seindah seperti di dalam Drama Korea tersebut. Bahkan tidak jarang Drakor Lovers yang kecanduan, lalu bergaya dan berpakaian ingin serupa dengan tokoh drakor kesayangannya. Berhati-hatilah!
Demikianlah edisi kali ini. Semoga Bermanfaat !

Belum ada Komentar untuk "Istri Kecanduan Drama Korea"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel