Istri Yang Menyebalkan

Istri yang menyebalkan untuk suami


Rumah tangga bahagia adalah impian setiap Pengantin Baru. Rumah tangga itu dibangun di atas pondasi cinta kasih suami dan istri. Butuh waktu, proses dan  saling pengertian di antara keduanya dari waktu ke waktu. Tidak ada yang instan dalam mencapai impian indah itu. Suami yang bertanggung jawab bertemu dengan istri yang bisa menyenangkan suami, membuat rumah tangga terasa nyaman. Itulah yang akan digapai oleh setiap calon pengantin baru!

Sebaliknya bila terjadi pertemuan suami yang menjengkelkan dengan istri yang menyebalkan, maka rumah tangga akan serasa di neraka. Setiap hari ribut melulu! Semua membenarkan dirinya masing-masing, tidak ada yang mau mengalah! Suami menyalahkan istri yang katanya menyebalkan. Sebaliknya  istri setiap hari menuduh suamilah yang menjengkelkan. Sehingga timbul perang kata dan perang dingin setiap berbicara. Dan itu akan berimbas buruk kepada anak-anaknya.

Bukan bermaksud menyudutkan tapi pada artikel kali ini ditampilkan pembahasan tentang istri yang menyebalkan. Dilain waktu akan diulas tentang suami yang menjengkelkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyebalkan artinya menimbulkan rasa sebal atau mengesalkan hati. Di artikel kali ini, fokus pembahasan hanya tentang perilaku, sikap atau perbuatan istri yang bisa membuat suami merasa sebal. Bukan tentang sikap, perbuatan atau perilaku yang negatif, misalnya selingkuh, pemarah, pembohong, KDRT dan lain-lain. Perilaku biasa namun karena dilakukan berulang-ulang, membuat suami merasa sebal. Kadang para istri tidak menyadari sikapnya yang enyebalkan suami. Walau secantik apapun istrinya, tapi kalau selalu menyebalkan, bukan tidak mungkin suatu saat suami bisa berpindah ke lain hati.

Apa saja sikap istri yang menyebalkan buat para suami ? Simak pembahasan berikut ini, mudah-mudahan setelah membaca para istri bisa instropeksi diri. Jadilah istri yang bisa menyenangkan suami, sehingga impian menggapai rumah tangga bahagia dapat terwujud. Amin !

***

Beberapa sikap menyebalkan para istri di mata suami :

Pertama,

Suka Mengeluh,
Sikap menyebalkan istri yang paling umum adalah suka mengeluh. Kalau dibilang mengeluh pasti istri akan menyangkal. “Itu kan cuma mau ngasih tau aja!” Paling itulah jawabannya. Padahal memberi tahu itu cukup satu atau dua kali saja. Kalau berulang-ulang itu namanya mengomel atau mengeluh. Ada istri yang langsung tidak mau mengerjakan, tapi ada juga yang mau mengerjakan pekerjaan yang dikeluhkan. Namun sambil mengeluh atau menggerutu.

Ilustrasi,
(Hari Minggu pagi di dapur) :
     Mama          : “Pa …, Mama ga tahan kalau kelamaan ngupas bawang !”
     Papa            : “Ya udah …, ntar dibantuin …!”
     Mama          : “Tapi bantuinnya bisanya kan cuma hari minggu !
     Papa            : “Ya … kalau gitu beli aja yang udah dikupas … !”
     Mama          : “Papa kan ga tau, kalau yang udah dikupas itu lebih mahal!”
     Papa            :  Haduh …! (setelah itu diam mau jawab tapi bingung, takut salah)
     Mama          : “Memang udah nasib istri, tiap hari harus ngupas bawang!”   

Kedua,

Suka Mendebat,
Ada istri yang sukanya berbantah-bantahan atau berdebat dengan suami. Awalnya bertanya, tapi jika dijawab, lalu menyalahkan suami. Terjadilah perdebatan panjang. Sikap seperti ini sangat menyebalkan para suami.

Ilustrasi :
     Mama          : “Pa, kemarin ngasih uang ke Pak Satpam Komplek berapa ya?”
     Papa            : “Dua ratus ribu …!”
     Mama          : “Nggak ah …! Tiga ratus ribu! Papa ini gimana sih ? Lupa ya ?”
     Papa            : “Udah tahu kok pake nanya lagi …!”
     Mama          : “Mama kan cuma pingin lebih jelas aja ! Masak nggak boleh …?”
     Papa            : “Hmm …!” (lebih baik diam aja, daripada panjang buntutnya)

Ketiga,

Suka langsung menyampaikan masalah, padahal suami baru pulang kerja,
Sambutan yang sangat tidak diharapkan oleh suami setibanya di rumah adalah keluhan istri. Dalam kondisi letih baik fisik maupun pikiran, suami menginginkan suasana nyaman di rumah. Namun setibanya di rumah, ternyata mendapat sambutan yang sangat tidak diharapkan. Sambutan segudang keluhan!”

Ilustrasi,
     Mama          : “Pulangnya kok lama sih, Pa? Aku capek banget ngurusin rumah!”
     Papa            : “Ada kerjaan lembur di kantor Ma … !”
     Mama          : “Anak-anak itu lho, maunya main aja! Rumah jadi berantakkan !”
     Papa            : “Namanya juga anak-anak.”
     Mama          : “Papa sih enak ngomongnya, mana kran airpun rusak dibuat main!”
     Papa            : “Ya udahlah, panggil aja tukang …, ntar diperbaiki …!”
     Mama          : “Tapi kan artinya uang keluar. Aku nggak mau bayarin …!”
     Papa            : “Ya udah nanti papa yang bayar …!”
     Mama          :”Tapi nggak ngurangin jatah Mama kan …?”
     Papa            :  “Ya …!” (lebih baik diam aja daripada ribut)

Keempat,

Cerewet dan nyinyir,
Cerewet atau nyinyir adalah kata yang dibenci oleh para suami. Menyebalkan! Istri yang terlalu cerewet pasti membuat suami tidak merasa nyaman di rumah. Semua hal tentang suami dikomentari. Ada saja komentar miring yang membuat suami kesal!

Ilustrasi :
     Mama          : “Papa baru potong rambut ya, tapi kependekkan lho !”
     Papa            : “Ah masak …, bukannya kelihatan lebih ganteng ?”
     Mama          : “Ganteng darimana ? Modelnya aja sama dengan Pak Satpam kita!”
     Papa            : “Kata tukang pangkasnya, ini model baru …!
     Mama          : “Model baru apaan ? Pilih yang baguslah, jangan seperti itu …!”
     Papa            : “Haa …!” (diam aja, ga mau nanggapin)
     Mama          : “Coba pilih kayak model rambut Roger Danuarta. Itu bagus loh!”
     Papa            : “Waduh ” (dalam hati “kok mau disamain Roger Danuarta, kulit gua aja coklat)

Kelima,

Suka membanding-bandingkan dengan orang lain
Suami manapun pasti tersinggung, bila dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain. Sejatinya suami itu ingin dihargai atau dihormati oleh istrinya. Walaupun kadang tujuan istri untuk memberikan semangat agar suami lebih baik. Namun perasaan minder suami akan tampil duluan ketika istri membandingkan dirinya dengan orang lain. Misalnya yang dibandingkan adalah pintar mencari tambahan penghasilan, pekerja keras, ketampanan dan lain-lain.

Ilustrasi,
     Mama          : “Pa …, tetangga sebelah pintar cari uang lho. Barusan beli mobil lagi!”
     Papa            : “Rezeki kan masing-masing Ma !” (dalam hati, kok suka banget ngurusin orang)
     Mama          : “Tapi orangnya memang tipe pekerja keras. Subuh udah berangkat kerja!”
     Papa            : “Orang kan beda-beda, Ma !” (karena mulai sebel “emang gue pikirin” kata hatinya)
     Mama          : “Mana orangnya jujur lagi .”
     Papa            : “Jadi Mama mau bilang Papa nggak jujur ?” 
  
Keenam,

Tidak menghargai upaya suami,

Suami akan merasa sangat direndahkan bila pemberian nafkah dari hasil pekerjaan yang diberikan kepada istri tidak dihargai. Mungkin saja penghasilannya masih kecil, hanya cukup untuk membiayai rumah tangga. Belum mampu untuk membeli mobil atau rumah. Istri yang bijak, seharusnya menghargai upaya suami. Kerja keras dan tanggung jawabnya, walau penghasilannya masih pas-pasan. Bila dalam jangka waktu panjang, istri tidak menghargai suami, maka sakit hati yang dipendam suatu saat bisa meledak.

Ilustrasi :
     Mama          : “Gimana sih Pa …? Hidup kita kok begini-begini terus ?”
     Papa            : “Papa udah usaha maksimal lho! Pulang kerja ngojek lagi !”
     Mama          : “Ya tapi hasilnya cuma bisa bikin makan! Mau nabung aja ga bisa !”
     Papa            : “Sabarlah Ma, mudah-mudahan nasib kita bisa berubah lebih baik !”
     Mama          : “Ya … tapi sampai kapan sabarnya? Mama kan pingin beli cincin!”
     Papa            : “Papa terus usaha dan kerja keras …, berdoalah ya Ma …!”
     Mama          : “Kalau doa, tiap hari Pa! Rezekinya aja yang belum …!”
     Papa            : “Astagafirullah …!”

Ketujuh,

Suka Mengungkit Kesalahan Masa Lalu,
Sebagai manusia biasa mungkin saja di masa lalu pernah membuat satu kesalahan. Suami sudah tobat nasuha dan berjanji tidak mengulangi kesalahan itu. Namun bila istri lagi marah-marah, keluarlah sindiran tentang kesalahan yang dibuat suami di masa lalu.
Suami akan merasa tersinggung jika kesalahan itu diungkit lagi. Istri boleh saja marah, tapi jangan kesalahan masa lalu suami yang tidak ada hubungannya dengan kemarahan istri diungkit lagi.

Ilustrasi,
     Mama          : “Kapan bisa belikan  kalung emas untuk Mama …?”
     Papa            : “Sabarlah ya Ma …! Biar Papa kerja keras lagi!”
     Mama          : “Ya tapi kapan Pa …? Coba dulu kalung Mama nggak dijual !”
     Papa            : “Ma …! Jual kalung itu kan untuk modal usaha …!”
     Mama          : “Tapi nggak ada hasilnya kan ! Lebih bagus kalung ga dijual !”
     Papa            : “Memang itu salah Papa!”
     Mama          : "Itulah Papa … kurang perhitungan …!”

Kedelapan,

Suka Cemberut,
Bahasa tubuh istri yang menyebalkan buat suami, salah satunya adalah cemberut atau bermuka masam! Sikap cemberut itu akan langsung membuat suami merasa tidak nyaman. Bila sang pendamping hidupnya memasang muka tidak bersahabat, bisa membuat salah paham. Kadang hanya masalah sepele, istri langsung pasang wajah cemberut. Baru diingatkan sedikit kesalahannya, istri langsung berwajah masam. Istri lupa kalau senyum ramah adalah suatu kebaikan buat suami.

Ilustrasi,
     Papa            : “Kenapa sih Ma …, kok wajah Mama nggak enak dilihat?”
     Mama          : “Nggak apa-apa …, ntar juga bagus sendiri …!”
     Papa            : “Apa karena tadi pagi lupa muji masakan Mama ?”
     Mama          : “Nggaklah …! Biarin aja kalau memang nggak enak !”
     Papa            : “Aduuh Ma …! Gitu aja kok jadi cemberut …? Ya udahlah, enak !”
     Mama          : “Udah telat …!”
     Papa            : “Haduh …!”

Kesembilan,

Suka Menyuruh Suami,
Suami adalah kepala rumah tangga. Sebuah jabatan alami yang harusnya dihargai oleh istri. Jadi istri tidak boleh sembarangan mengatur suami untuk melakukan apa saja. Namun bukan berarti karena itu, suami tidak boleh membantu istri. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang memang menjadi tugas istri. Boleh saja istri meminta suami untuk membantunya, tapi sampaikanlah secara bijak. Secara santun. Dan mulailah dengan ucapan “maaf”, atau “tolong” bila ingin minta bantuan suami. Apalagi kalau meminta bantuan suami itu dilakukan pada saat keluarga atau temannya berkumpul. Pada saat itu, harga diri suami sedang tinggi! Jangan jatuhkan wibawa suami dengan mengatur atau menyuruhnya melakukan sesuatu. Kalau memang perlu ya boleh saja. Namun jangan sekali-kali menyuruh suami tanpa dimulai dengan kata “maaf” atau “tolong”.

Ilustrasi,
     Mama          : “Pa … ambil dulu Tas pink di kamar ! Ini ada kawan mau lihat!”
     Papa            : “Iya Ma …!” (dalam hati, sialan …, “gua disuruh-suruh,” tapi dikerjakan juga )
     Mama          : “Mana Pa …? Kok lama kali …?”
     Papa            : “Ini tasnya Ma …!” (dalam hati, “Mudah-mudahan nggak laku tasnya.”)
     Mama          : "Pa …, ambilkan lagi Tas Merah ya …!”
     Papa            : "Iya Ma …!” (dalam hati, “Bener-bener nih perempuan satu ini.”)

Kesepuluh,

Suka Meremehkan Suami,
Terkadang posisi jabatan dan penghasilan istri lebih tinggi dari suami. Dan terkadang pula istri lupa dengan posisi suami sebagai kepala rumah tangga. Sehingga dengan entengnya menyuruh suami melakukan apa saja. Jangan mentang-mentang mempunyai posisi atau penghasilan yang lebih tinggi, sehingga lupa diri dan meremehkan suami. Ingatlah, serendah apapun penghasilan suami, dia adalah kepala keluarga yang pantas dihargai.

Ilustrasi,
     Mama          : “Ntar pulang kantor, belikan empat Pizza Domano yang besar. 
                            Ini uangnya ...!"
     Papa            : “Untuk apa beli sampai empat ? Kita kan cuma bertiga.!”
                             Cukup dua ajalah Ma ... !"
     Mama          : “Udahlah beli aja! Jangan banyak protes! Itu kan uang Mama !”
     Papa            : “Ya udahlah …!” (dalam hati, “Mentang-mentang dia yang punya uang.”)  

Kesebelas,

Jarang berdandan
Sudah kodrat manusia, pria itu paling senang dengan keindahan. Istri yang setiap saat menyenangkan dipandang suami, serta lembut dan taat kepada suami, itulah istri dambaan suami. Menyenangkan bukan berarti harus cantik, namun dengan sedikit berdandan sehingga suami merasa nyaman melihat istrinya. Hati-hatilah wahai para istri, mungkin saja rumput tetangga atau di kantor, lebih hijau!

Ilustrasi :
     Papa            : “Ma …, apa bedak dan parfum yang dibeli kemarin udah habis?”
     Mama          : “Belum …, emangnya kenapa Pa?”
     Papa            : “Mestinya, kalau abis mandi ya dipakailah bedak dan parfumnya!”
     Mama          : “Apa sekarang Mama kurang cantik …?”
     Papa            : “Ya …, begitulah ! Tiap hari berdaster, ga pakai bedak dan parfum!”
     Mama          : “Udah bosen sama Mama sekarang ya …?”
     Papa            : “Nggak kok!” (dalam hati, lama-lama bisa bosen juga sama istri yang bau bawang)    

***

Tips :

Tip Pertama,
Janganlah jadi istri yang selalu mengeluh kepada suami! Cobalah bersabar dan mencari solusi bersama atas masalah yang dihadapi. Sampaikan secara santun kepada suami. Bila ingin memberi tahu suami, cukuplah sekali atau dua kali saja. Bila berulang-ulang, itu bukan memberitahu tapi mengeluh!
Tip Kedua,
Janganlah langsung menyampaikan masalah kepada suami ketika ia baru pulang kerja! Berikanlah waktu agar istirahat dulu. Bila telah santai, sampaikan permasalahan secara perlahan. Kecuali bila itu masalah darurat, ya harus segera disampaikan. Dalam keadaan letih akan beda keputusan suami, bila dilakukan setelah ia santai. Mungkin keputusannya akan lebih baik lagi!

Tip Ketiga,
Janganlah jadi istri yang suka mendebat suami! Bila memang ingin bertanya, gunakanlah intonasi suara yang rendah dan lembut. Jangan menyalahkan suami, walau ia salah. Ingatkanlah secara perlahan-lahan bahwa ia salah!

Tip Keempat,
Janganlah jadi istri yang cerewet atau nyinyir! Bila memang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh suami, sampaikan secara santun dan ramah. Tidak perlu menyatakan ketidaksukaan kita terhadap suami. Bila ingin juga disampaikan, carilah waktu yang tepat dan ajak suami bicara dari hati ke hati!

Tip Kelima,
Janganlah suka membanding-bandingkan suami dengan orang lain! Membandingkan suami dengan orang lain, sama saja menyakiti hati suami. Karena posisi suami pasti lebih rendah dari orang lain, sehingga suami harus lebih baik dari orang itu.

Tip Keenam,
Jangan pernah tidak menghargai suami. Walau sekecil apapun upaya suami, hargailah! Suami telah bekerja keras mengupayakan. Janganlah meminta lebih dari kemampuannya. Bisa-bisa suami akan stress dan sakit!

Tip Ketujuh,
Jangan suka mengungkit kesalahan masa lalu suami! Bila suami sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, jangan diungkit lagi. Kesalahan itu juga sebenarnya menyakitkan hati suami. Ia sebenarnya tidak ingin melakukan kesalahan. Itu sebabnya bila diungkit hatinya akan terasa sakit!

Tip Kedelapan,
Janganlah jadi istri yang suka cemberut! Selain dilarang agama, cemberut itu akan membuat suami tidak merasa nyaman di rumah. Mungkin ada yang salah dengan suami, tapi ingatkan secara santun dan perlahan bahwa ia salah. Mudah-mudahan ia ingat dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi!

Tip Kesembilan,
Jangan pernah menyuruh suami, tapi gunakanlah kata “maaf” atau “tolong” bila ingin meminta bantuan suami! Harga diri suami akan jatuh, bila istri secara langsung menyuruh-nyuruh suami, apalagi didepan orang lain. Kata “maaf” atau “tolong” itu menunjukkan bahwa istri memerlukan bantuan, bukan memerintah!

Tip Kesepuluh,
Jangan pernah meremehkan atau menyepelekan suami! Suatu waktu dalam kapasitasnya sebagai pria, ia akan menunjukkan tanggung jawabnya melindungi keluarga. Sebagai kepala rumah tangga ia akan menjadi yang terdepan bila terjadi suatu masalah di kemudian hari!

Tip Kesebelas,
Secara kodratnnya, wanita itu identik dengan kecantikan dan keindahan! Suami manapun akan lebih senang melihat istri yang cantik. Berdandanlah yang cantik untk suami. Jangan berdandan hanya jika untuk keluar rumah, namun bila suami pulang hanya mengenakan daster yang masih ada aroma bawang!

Demikianlah edisi kali ini! Semoga para istri bisa instropeksi diri agar tidak menjadi istri yang menyebalkan! Semoga bermanfaat!     

Belum ada Komentar untuk "Istri Yang Menyebalkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel