Andakah, Suami Takut Istri ?

Andakah, Suami takut kepada istri ?


Ada sebuah cerita dari kawasan pelabuhan Tanjung Priok tentang seorang sekuriti. Tubuhnya tinggi besar, jambang lebat, kumis melintang dan dada berbulu. Tatapan matanya tajam bagaikan mata burung elang. Suaranya berat berwibawa. Teman-teman dan tamu-tamu perusahaan semuanya segan dan takut kepada sekuriti yang satu ini. Sebaliknya sepertinya tidak ada yang ditakutinya di dunia, kecuali yang satu ini.

Setiap kali sudah tiba di halaman rumah, darahnya berdesir lebih kencang, dadanya rasa bergemuruh, dan jantungnya berdebar kencang serasa bertampolin. Apalagi yang akan menjadi sumber amarah orang yang satu ini ? Sungguh pusing rasanya, setiap kali ada saja yang salah. Dan setiap saat ada saja amarah yang melanda. Sang sekuriti yang sangat disegani dan ditakuti di kawasan pelabuhan, ciut nyalinya terhadap istri.

Banyak pria gagah di luar rumah sangat disegani oleh teman-temannya, tapi setibanya di rumah tak berkutik dihadapan istri. Selalu mati kutu, tak tahu harus berbuat apa. Hanya menunggu arahan dari istri. Ini bukan sekadar omong kosong, tapi kenyataannya banyak suami yang takut istri. Apakah anda termasuk salah satunya ?

Berbagai alasan menyebabkan suami takut kepada istri, antara lain :

1.    Terlalu mencintai istri,
Kalau alasannya karena “Terlalu mencintai istri”, ini boleh jadi merupakan bonus pernikahan untuk sang istri. Beruntunglah bila memiliki suami yang teramat sangat mencintai belahan jiwanya. Sehingga mau melakukan apa saja demi kebahagiaan istrinya. Biasanya pria ini tidak mau membuat istrinya tersinggung atau bersedih Untuk itu suami tipe ini terkesan takut kepada istri. Namun sesungguhnya ia hanya tak mau membuat istrinya marah atau sakit hati. Dan itulah bukti cintanya terhadap pendamping hidupnya.

2.    Tidak mau melawan istri,
Ada suami jika di rumah tidak melawan istri bertengkar. Tipe suami seperti ini tidak mau ribut, sering memilih diam jika berbeda pendapat dengan istri. Suami terkesan mengalah untuk menghindari pertengkaran. Biasanya tipe suami seperti ini memiliki kepribadian yang lembut dan tidak banyak bicara. Diam adalah emas baginya, daripada harus bertengkar dengan istri.

3.    Istri suka mengancam meninggalkan rumah,
Umumnya para istri yang merasa tidak tahan bertengkar dengan suami, banyak yang mengancam akan meninggalkan rumah. Dan pulang ke rumah orang tuanya. Kondisi seperti ini sangat tidak disukai para suami. Dan istri bisa memanfaatkan sisi lemah suami disini. Suami merasa malu jika pertengkaran diketahui oleh orang tua atau mertua.  

4.    Tidak tahan mendengar omelan istri,
Ada tipe istri yang hanya karena persoalan kecil lalu mengeluh dan mengomel berkepanjangan. Jurus ofensif dikeluarkan, sepanjang hari menyerang suami. Seperti Barcelona menggempur Real Madrid. Serang terus! Terkadang ada suami yang mau melawan, tapi lebih banyak yang diam atau mengalah, karena tidak tahan diomeli. Bahkan banyak yang enggan pulang cepat dan memilih pulang lebih lambat dari seharusnya.

5.    Penghasilan suami lebih kecil,
Ini adalah persoalan klasik sejak dulu kala. Biasanya jika istri memiliki penghasilan lebih tinggi, otomatis suami merasa minder. Sehingga tidak jarang menuruti apa saja kata sang istri. Hal ini tidak terlepas dari peran istri yang telah memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Suami lebih memilih diam daripada membuat istri marah. Lama kelamaan suami terkesan takut kepada istrinya yang selalu terlihat lebih otoriter.

6.    Tidak tega melihat istri menangis,
Sebenarnya banyak suami yang teramat sayang kepada istrinya, sehingga tidak mau melihat istri bersedih apalagi sampai menangis. Contoh di atas, sang sekuriti berbadan tegap tapi takut kepada istrinya adalah karena ia tidak malihat istrinya menangis. Badan besar tapi berhati lembut. Diluaran boleh galak dan berwibawa, tapi didepan istri ia seperti kucing yang penurut. Tidak mau membantah apa kata istri. Tidak pernah bersuara keras terhadap istri.

7.    Istri mudah marah dan mengamuk,
Ada tipe istri yang mudah sekali marah dan mengamuk sejadi-jadinya jika bertengkar dengan suami. Piring, gelas dan apa saja yang ada dihadapannya, dibanting bila sedang marah. Sehingga suami akan berfikir dua kali untuk ribut dengan istri Lebih baik mengalah dan diam daripada harus menghadapi piring terbang atau gelas melayang. Sudahlah tipis harapan untuk menang bertengkar, habis pula uang untuk mengganti barang-barang yang hancur.
 
8.    Takut repot mengurusi urusan rumah,
Sejatinya tugas istri adalah mengurus rumah tangga dan suami bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga. Itulah kondisi umum keluarga di Indonesia. Bila fungsi istri hanya sebagai ibu rumah tangga, maka semua urusan di rumah menjadi menu rutinnya. Membersihkan rumah, memasak dan mengurus anak semuanya menjadi kwajiban istri. Bila suami terlalu marah dan istri ngambek, maka urusan rumah akan berantakkan. Inilah hal yang tidak diharapkan oleh suami.

9.    Takut istri mengadu kepada orangtuanya,
Tempat utama pengaduan istri jika bertengkar dengan suami adalah orang tuanya. Atau lebih tepat mertua sang suami. Hampir semua orangtua pasti akan membela anaknya jika terjadi pertengkaran suami dengan istri. Dan bila sang istri adalah anaknya, sudah bias dipastikan mertua akan membela dan melabrak suami. Ini juga hal yang ingin dihindari oleh para suami.

Kondisi suami takut istri sangat tidak baik untuk keberlangsungan perjalanan rumah tangga. Harus dicarikan solusinya, agar kedudukan suami dan istri sama tinggi di mata orang tua, anak dan keluarga. Pihak yang merasa kedudukannya lebih tinggi, biasanya akan lebih mengatur dan mendikte. Sedangkan pihak lainnya lebih banyak diam dan mengalah. Bahkan cenderung minder dan tidak punya inisiatif. Komunikasi suami dengan istri pasti akan sering terputus, karena suami lebih memilih diam.

Bila hal ini berlarut-larut, ada pihak yang tertekan dan akan mencari solusi yang tidak diharapkan. Berhati-hatilah !

Tips,

Pertama,
Suami harus lebih berani mengungkapkan apa yang menjadi masalahnya. Carilah waktu dan kondisi yang tepat, saat istri sedang happy. Sampaikan secara ramah dan bijak, agar istri bisa memahami peran dan fungsi suami di rumah tangga.

Kedua,
Istri harusnya mengerti bahwa dengan adanya suami disamping akan meringankan bebannya. Khususnya dalam hal masalah keamanan dan hal-hal lain yang memerlukan kemampuan fisik. Untuk mengatasi hal-hal seperti inilah diperlukan keberadaan seorang suami.

Ketiga,
Suami tidak perlu merasa takut mengatakan tidak kepada sang istri, bilamana dirinya merasa benar. Sampaikan secara bijak dan apa adanya hal-hal yang memang seharusnya disampaikan. Tidak perlu takut istri akan marah atau bersedih. Awal-awal mungkin istri akan marah atau bersedih, namun bila dibicarakan secara terbuka, istri pasti bisa mengerti. Memang butuh waktu agar istri bias mengertiin dan  menghargai suami.

Keempat,
Istri juga tidak perlu sedikit-sedikit mengadui kepada orangtua atau mertua, bila terjadi pertengkaran dengan suami. Cobalah atasi berdua saja, pa ayang menjadi masalah. Jangan buru-buru menyapaikan kepada orangtia, mertua, keluarga atau teman. Permasalahan rumah tangga adalah rahasia berdua suami dan istri. Tidak perlu orang lain tahu. Bukannya menyelesaikan masalah, malah akan membuat masalah baru!

Kelima,
Khusus mengenai penghasilan istri lebih besar dari suami, tidak harus membuat suami merasa minder. Suami harus merasa percaya diri, bahwa kehadirannya sebagai suami di rumah juga memiliki arti penting. Sebaliknya istri juga harus lebih memahami dan menghargai peran suami, walau penghasilannya lebih kecil.

Keenam,
Kebersamaan suami dan istri dalam kedudukan yang sama tinggi dalam rumah tangga sangat penting. Jangan ada pihak yang merasa lebih berharga dan jangan pula ada pihak yang merasa direndahkan. Cobalah saling menghargai, saling mengerti, saling percaya dan tetap saling mencintai agar tercapai rumah tangga bahagia. Rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah!

Demikianlah edisi kali ini. Semoga bermanfaat buat para suami dan istri yang membaca artikel ini.




Belum ada Komentar untuk "Andakah, Suami Takut Istri ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel