Perbedaan Pandangan Pengantin Baru

Perbedaan pandangan pengantin baru bisa berujung pertengkaran

Pada setiap  pengantin baru memang sangat rentan terjadi perbedaan pandangan, hal tersebut disebabkan karena kedua pihak belum terlalu mengenal karakter masing-masing. Sudah menjadi hal wajar jika pernikahan yang belum lama berjalan dilanda masalah seperti perbedaan pandangan dan atau perbedaan pendapat. Yang penting jangan sampai perbedaan itu menjadi pertengkaran.

Siap untuk menikah berarti harus siap pula menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan, jangan hanya melihat sisi baiknya saja. Anggap saja sisi baik itu bonus, tapi sisi kekurangannya itu yang harus dipertimbangkan. Karena itu akan dihadapi seumur hidup. .

Selain itu, harus siap-siap diterpa isu-isu yang rutin terjadi di rumah tangga. Dari mulai urusan ekonomi, mengatur dan mengurus rumah, mengurus anak dan lain-lain yang semuanya rawan perbedaan dengan pasangan. Sudah banyak kasus rumah tangga yang hancur lantaran suami dan istri tak dapat menyikapi perbedaan pandangan yang terjadi.

Wajar saja jika perbedaan ini muncul, sebab pria dan wanita mempunyai pola pikir yang berbeda. Kaum pria secara umum lebih mengutamakan logika, sedangkan kaum wanita biasanya mendahulukan perasaan. Di sinilah titik tolak perbedaan itu. Cobalah pelajari dulu perbedaan pandangan semasa masih berpacaran. Cermati dan sikapi dengan baik. Jika tidak mampu menerimanya, maka lebih baik jangan dulu menikah sejak awal.

Perbedaan pandangan memang umumnya terjadi pada pengantin baru, biasanya pada usia perkawinan 5 – 10 tahun rentan pertengkaran. Untuk itu bertahan dan bersabarlah dulu sambil memahami karakter masing-masing. Tidak jarang pula pasangan lama mengalami masalah serupa, namun kasusnya sedikit sekali terjadi lantaran mereka telah biasa diterpa badai rumah tangga sekalipun. Jika sudah berhasil melewati ujian rumah tangga yang satu ini, maka pernikahan kemungkinan akan berjalan lama.

Dalam pembahasan ini akan dijelaskan tips mengubah perbedaan menjadi hubungan yang semakin erat. Tips ini juga bisa diterapkan untuk suami istri yang sudah lama menikah.

Langsung saja, ini dia cara menghadapi masalah perbedaan pandangan pengantin baru yang sering terjadi.

Pertama,
Memahami Karakter Pasangan

Di atas sudah beberapa kali disinggung bahwa hal utama untuk menjaga hubungan pernikahan tetap awet adalah dengan saling memahami karakter pasangan.
Biasanya, sifat asli seseorang akan terlihat saat ia telah menikah. Waktu pacaran dulu ia memang sering berbuat baik dan penuh kasih sayang, namun saat menikah berbeda. Untuk itu, para pengantin baru harus menyesuaikan dengan karakter pasangan. Jangan sampai hanya karena sifatnya berubah dari yang dahulu lantas membuat tidak nyaman

Mungkin pasangan memiliki watak yang keras, namun harus tetap diingat dibalik semua itu ia mempunyai rasa cinta yang besar. Jika rasa cinta dan kasih sayang pasangan tetap diingat, maka kemungkinan bertengkar menjadi kecil.  Memang butuh waktu untuk bisa mengenali dan memahami karakter pasangan. Juga diperlukan kesabaran dari masing-masing pihak agar tidak terjadi pertengkaran.

Memahami karakter seseorang memang bukan hal yang mudah. Namun, jika berhasil dilakukan akan tercipta kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangga.

Kedua,
Menghargai Pasangan

Perbedaan pendapat juga bisa diantisipasi dengan menghargai pasangan, bisa dengan menghargai pendapatnya. Menghargai sikapnya sepanjang tidak bertentangan dengan agama, hukum dan etika. Perbedaan sudut pandang dengan pasangan adalah hal yang lumrah dan tidak perlu dibesar-besarkan.   .

Sudut pandang memang bisa disamakan tapi  tidak selalu harus disamakan. Bila terdapat perbedaan cukup dihargai saja perbedaan itu. Tidak perlu dipertajam. Tentunya dengan menghargainya, perkara-perkara kecil dalam rumah tangga seperti perdebatan tidak akan terjadi. Sikap saling menghargai juga akan menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang di antara kedua pasangan.

Ketiga,
Sering-Seringlah Melakukan Komunikasi

Komunikasi merupakan hal penting dalam menjaga kelangsungan rumah tangga, sebab ia mempunyai dampak besar untuk menyatukan suami istri. Jika sering berbeda pandangan dengan pasangan, maka sering-seringlah melakukan komunikasi secara jujur dengannya.

Jika terjadi perbedaan, jelaskan secara langsung dengan baik mengapa mempunyai sudut pandang yang berbeda dengannya. Dengan adanya komunikasi, kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dan permasalahan yang semakin besar akan berkurang.

Setelah berkomunikasi dengan pasangan, kini saatnya mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi  Namun, solusi terbaik adalah dengan tetap saling menghargai. Perbedaan pandangan kadang sulit dirubah, tapi saling menghargai merupakan langkah yang paling tepat.

Keempat,
Menerima Keadaan Pasangan

Mungkin pasangan kita bukanlah manusia yang paling sempurna. Dengannya  sering beradu argumen. Bahkan terkadang kata-kata pedas kerap keluar dari mulutnya. Bila itu sering terjadi, cobalah bicarakan secara terbuka. Katakan itu sangat menyakitkan!

Meskipun begitu, kondisi seperti itu tetap harus diterima. Usahakan secara perlahan mengingatkan pasangan agar mau berubah. Jangan hanya saat pacaran dulu sayang dengannya, namun seiring waktu meninggalkannya.

Saling menerima kondisi pasangan dalam arti saling memahami, merupakan kunci sukses kebahagiaan rumah tangga setiap orang. Usahakan saling memahami kondisi pasangan dan tidak saling menyalahkan. Dengan demikian perbedaan pendapat antara kedua belah pihak, paling tidak  dapat berkurang.

Kelima,
Menjadi Pendengar Yang Baik

Umumnya, perbedaan pendapat terjadi lantaran kedua belah pihak mempunyai watak yang sama yakni mau menang sendiri. Keduanya ingin terus didengar dan tidak ada yang mau menjadi pendengar. Padahal, masalah bisa teratasi hanya apabila ada salah satu pihak yang mau mendengar.

Lupakan soal gengsi, bila ingin rumah tangga bertahan lebih lama. Cobalah sepenuh hati mendengarkan pendapat pasanganmu. Pahami dengan baik apa alasannya berbeda pendapat denganmu. Dengan begitu, permasalahan yang terjadi, bisa dicarikan jalan tengahnya dan tidak berlarut-larut dalam masalah.

Ingat, menjadi pendengar yang baik sangat diperlukan. Jangan sampai memutus pendapat pasangan hanya karena mau menang sendiri. Ini berlaku untuk kedua belah pihak, minimal ada salah satu yang mau mengalah.

Kesimpulan

Perbedaan pendapat yang terjadi di antara pasangan pengantin baru itu merupakan hal wajar. Bagaimana tidak, kedua anak manusia dengan pemikiran yang berbeda disatukan dalam satu rumah tangga. Dua pemikiran, dua pendapat dan dua keinginan harus menjadi satu, pasti harus ada yang mengalah.

Untuk itu salah satunya harus bisa mengerti apa yang menjadi ketidaksukaan pasangan agar tidak menjadi permasalahan jika dilanggar. Bila ini bisa dilakukan maka pertengkaranpun tidak akan terjadi.

Dan terakhir, seperti apapun pertengkaran yang terjadi, tetap jaga komitmen untuk tetap saling menyayangi. Sehingga tidak akan pernah terjadi pertengkaran yang berujung ke perceraian. Berusahalah sedapat mungkin agar istri tidak melontarkan permintaan “cerai”. Demikian juga dengan suami, jangan pernah mengucapkan kata “cerai”. Sehebat apapun pertengkaran yang terjadi. Cobalah mendinginkan hati masing-masing, atau cobalah keluar rumah untuk menenangkan diri. Setelah kondisi tenang dan pikiran jernih, baru berbicara kembali. Semoga tidak bertengkar lagi.

Wahai para pengantin baru, tetaplah saling mengalah, saling mengerti dan saling menyayangi, agar impian rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah terwujud.  

Itulah pembahasan mengenai perbedaan pandangan pengantin baru, semoga apa yang dijelaskan bisa dipahami dengan baik.

Demikianlah edisi kali ini semoga bermanfaat buat para pembaca artikel ini.


Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Pandangan Pengantin Baru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel