Pertengkaran Suami Istri Tanpa Alasan

Pertengkaran antara suami dengan istri terkadang bisa terjadi tanpa alasan



Membentuk rumah tangga bahagia yang sakinah, mawaddah dan warrahmah adalah idaman setiap Pengantin Baru. Menjadi suami istri yang saling berkasih sayang adalah impian mereka. Apalagi bila keduanya memiliki saling mengerti, saling mengalah dan saling menghargai, lengkaplah sudah.   

Namun dalam perjalanan mengarungi bahtera kehidupan, pastilah setiap rumah tangga mempunyai masalahnya masing-masing. Seringkali masalah tersebut menyebabkan pertengkaran tanpa alasan antara suami istri. Mungkin bukan tanpa alasan, namun kadang tidak jelas apa alasan dibalik pertengkaran yang terjadi. Mustahil jika ada asap tanpa adanya api, pertengkaran sudah pasti disebabkan oleh adanya masalah. Baik itu masalah kecil atau pun besar.

Prahara dalam rumah tangga memang akan selalu ada, tinggal bagaimana masing-masing pihak menyikapinya. Sebenarnya, pertengkaran dalam rumah tangga bisa menjadi ajang untuk saling memahami karakter dan mengerti kebutuhan pasangan. Jika bijak dalam menyikapinya, bukan tidak mungkin hubungan pernikahan akan semakin erat. Tetapi, jika kedua belah pihak tak mau saling mengalah maka bisa menjadi awal retaknya rumah tangga.

Untuk itu, perlu dipahami betul apa penyebab dari pertengkaran tersebut. Umumnya, pertengkaran dalam rumah tangga disebabkan oleh alasan-asalan berikut.

Penyebab Pertengkaran Suami Istri

Pertama,
Tidak Mempunyai Banyak Waktu
Kesibukan dalam pekerjaan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengorbankan waktu bersama keluarga. Walau ibaratnya setelah bekerja dari pagi sampai malam, sempatkanlah waktu meskipun sedikit atau kamu bisa mengajak istrimu jalan-jalan saat akhir pekan.
Kurangnya waktu terhadap pasangan bisa menyebabkan pertengkaran, tidak ada manusia yang suka ditinggalkan oleh pasangannya dalam waktu yang lama kecuali ia tidak cinta. Apalagi dalam kasus suami dan istri masing-masing bekerja, terkadang seharian bergelut dengan kesibukan pekerjaan. Sehingga lupa untuk menyempatkan untuk membagi waktu dengan pasangan.

Bicarakan kembali dengan pasangan terkait kapan waktu untuk bermesraan dengannya dan kapan waktu untuk menikmati hidup sendiri.

Kedua,
Masalah Ekonomi
Pertengkaran tanpa alasan juga bisa disebabkan karena masalah finansial yang sedang buruk. Setiap orang pasti menginginkan kondisi keuangan keluarganya sehat, jika tengah mengalami situasi sulit bisa saja dilampiaskan kepada pasangannya.

Perlu kiranya dibicarakan dengan pasangan untuk apa saja uang akan digunakan, hal tersebut dilakukan supaya mencegah perilaku boros dan atau penggunaan yang tidak perlu.
Selain itu, perlu disusun rencana pengunaan keuangan dalam buku harian dan mencatat semua pengeluaran di situ. Bukan untuk mencurigai, tetapi bila kebiasaan ini dilakukan secara rutin, akan dapat diketahui untuk pengeluaran yang tidak perlu. Dengan mencatat anggaran keuangan, maka bukan tidak mungkin masalah ekonomi yang sering menimpa pengantin baru bisa diminimalkan.

Jangan abaikan dan sepakati hal ini.

Ketiga,
Kegiatan malam hari
Banyak yang menganggap sepele kegiatan di malam hari, terutama saat mau tidur bersama. Padahal momen ini sangatlah penting bagi kelangsungan kebahagiaan suami istri.

Mungkin karena kelelahan bekerja seharian di kantor dan dalam perjalanan pulang, sehingga ketika tiba di rumah, langsung saja tertidur pulas. Sementara pasangan sudah setia menunggu. Namun karena ditinggal tidur, maka terpaksa ikutan merajut mimpi.

Ada juga yang tidak peduli dengan kegiatan di malam hari, sesampai di rumah, langsung bekerja lagi hingga dini hari. Sehingga lupa bahwa pasangan juga memiliki hak untuk dilayani.

Namun yang paling sering terjadi di malam hari, istri tidak berdandan sedikit dan suami masih dengan bau asap rokok langsung aja berbaring di tempat tidur. Bisa dibayangkan romantisme seperti apa yang bakal terjadi. Daster berbau bawang dilawan dengan bau asap rokok.  

Kegiatan di malam hari, merupakan hal yang paling menyenangkan bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Namun bagi beberapa pasangan lain justru kegiatan ini dapat memicu pertengkaran.

Untuk mengatasi masalah ini, biasakan sejak menjadi pengantin baru, harus selalu rapi dan wangi ketika mau tiidur malam. Kalau perlu istri berdandan sedikit dan suami pulang kerja wajib mandi. Sehingga suasana segar dan harum mewarnai kegiatan malam hari suami istri.

Jangan anggap sepele masalah ini!

Keempat,
Tugas Yang Menumpuk
Masalah kecil yang bisa saja menjadi penyebab retaknya hubungan adalah karena tugas suami istri yang sudah terlalu banyak. Dari sisi suami, pekerjaan di kantor yang tidak bisa diselesaikan atau pun terjadi gesekan dengan teman kantor bisa saja menimbulkan stress. 
Sementara dari sisi istri, tugas rumah tangga yang terlalu banyak tidak bisa diragukan lagi akan memusingkan kepala. Apalagi kalau suami dam istri sama-sama bekerja.

Stress akibat dari tugas yang menumpuk bisa menjadi pemantik pertengkaran hebat dalam rumah tangga, solusi untuk mengatasinya adalah dengan kepala dingin.

Kelima,
Masalah anak
Buah hati merupakan titipan Tuhan yang paling berharga dan merupakan simbol kebahagiaan pernikahan. Namun siapa sangka, jika kehadiran anak bisa menyebabkan konflik diantara kedua pasangan.

Konflik tersebut bisa berupa pemikiran yang bertentangan soal cara mendidik, misalnya suami menganggap anak menjadi manja karena pola asuh yang salah. Sementara istri menuduh suaminya melakukan tindakan yang terlalu keras dan kasar kepada anak sehingga ia menjadi suka melawan.

Terkait masalah ini, bicarakan secara baik-baik kepada pasangan. Jangan sampai kemarahan pada pasangan kamu lampiaskan terhadap anak.


Cara Mengatasi Pertengkaran Dalam Rumah Tangga

Setelah mengetahui apa penyebab pertengkaran tanpa alasan yang terjadi pada rumah tanggamu, kini saatnya untuk mencari solusinya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah pertikaian dalam rumah tangga :

Pertama,
Diam
Seperti kata pepatah, diam bisa berarti emas. Sejatinya, setiap masalah bisa diatasi dengan kamu diam dan tidak berbuat apapun. Diam bukan berarti tidak berani bertindak, namun diam menandakan memiliki sikap yang dewasa.

Jika pasangan sedang dalam emosi yang memuncak, sebaiknya memilih diam dan jangan berkata apapun dan melawaninya bicara.

Jadilah pendengar yang baik, tidak usah ditanggapi dulu masalah yang dia lontarkan. Bila kita menanggapi dengan keras, sama saja api dilawan api, pastilah akan lebih berkobar amarah masing-masing. Cukuplah salah satu diam.

Endapkan dulu emosi, setelah itu cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan pasanga, niscaya hasilnya akan berbeda.

Kedua,
Mau Mengalah
Mengalah bukan berarti dipecundangi,  itu menandakan memiliki jiwa yang besar. Ada pepatah mengatakan “Mengalah untuk menang.” Walaupun kita merasa pertengkaran ini bukan disebabkan  karena perbuatan kita, tidak usah malu untuk mengalah dan meminta maaf. Di lain waktu baru bicarakan kembali masalah ini dengan pasanga, niscaya ia akan malu dan bahkan akan gentian meminta maaf.

Jika diantara pasangan tidak ada yang mau mengalah, tentu saja pertengkaran akan berlarut-larut yang pastinya tidak baik buat rumah tanggamu.

Ketiga,
Ungkapkan perasaan secara terbuka
Masalah bisa diredam dengan perasaan yang lega dan terbuka. Jangan menyimpan rahasia sendiri, curahkanlah kepada pasangan secara bijak. Mungkin masalah tersebut bisa sama-sama diselesaikan berdua, berdiam diri justru akan menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja.

Terkadang bissa terjadi masalah di tempat kerja yang belum terselesaikan, sehingga terbawa ke rumah. Pasangan akan bingung bila melihat kita yang bernaslaha diam dan murung bahkan kesal sepanjang hari. Sampaikan ada sedikit masalah di kantor sehingga ia bisa memaklumi. Namun jangan sampai membocorkan rahasia perusahaan atau rahasia Negara.

Bersikap bijaklah dalam hal ini!

Demikian pembahasan mengenai pertengkaran tanpa alasan dalam rumah tangga, semoga rumah tangga kalian semua bahagia dan terhindar dari segala masalah.



Belum ada Komentar untuk "Pertengkaran Suami Istri Tanpa Alasan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel