Wajarkah Istri Takut Kepada Suami ?

Istri Takut Kepada Suami merupakan hal yang tidak wajar

Pernikahan untuk membentuk rumah tangga bahagia menjadi idaman semua pengantin baru. Impian mereka baik suami maupun istri adalah hidup dalam suasana menyenangkan sejak awal pernikahan sampai memiliki anak bahkan cucu. Tapi tak selamanya mimpi itu indah. Dalam perjalanan berunah tangga, kadang suami lebih dominan, sehingga istri menjafi pecundang. Atau sebaliknya istri yang lebih perkasa dan suami menjadi penurut. Tapi banyak juga yang bisa berdiri sejajar untuk bersama-sama merajut manisnya berumah tangga. Itulah romantika kehidupan suami istri!

Dalam kehidupan nyata, banyak istri yang merasa takut kepada suami, walau sebenarnya hal itu tidak sehat. Taat kepada suami itu wajib, sepanjang tidak melanggar ketentuan agama, hukum dan etika. Namun tidak boleh merasa takut kepada suami, sebab hubungan suami istri itu adalah hubungan yang sejajar. Bukan hubungan antara bawahan dengan atasan. Jadi tidak perlu ada yang ditakuti. Tapi nyatanya banyak istri yang takut kepada suami.

Hubungan suami istri yang harmonis itu hanya bisa tercipta bila adanya saling menghargai, saling menghormati, saling mengerti dan saling menyayang. Jika ada satu pihak yang takut kepada pihak lainnya, pasti rumah tangganya tidak harmonis. Pasti pihak yang takut akan merasa tertekan. Kebahagiaan tidak ada di sana. Kalaupun ada hanya kebahagiaan semu.

Beberapa alasan yang menyebabkan istri merasa takut kepada suami, antara lain :

1.    Tidak mau ribut dengan suami,
Umumnya istri tidak mau ribut dengan suami dengan berbagai alasan. Misalnya tidak enak dilihat sama anak, atau tidak ingin sampai ketahuan orang tua atau mertua. Atau bisa juga tidak ingin sampai tetangga tahu, karena lokasi rumah yang sangat berdekatan.
Mungkin itulah sebabnya istrti tidak mau ribut dengan suami, sehingga terkesan istri takut kepada suami. Padahal sebenarnya tidak. Untuk alasan ini bisa saja suatu saat, karena merasa sudah tidak sanggup menahan diri, maka meledaklah emosi yang menyulut pertengkaran.

2.    Takut diceraikan,
Ada memang istri yang takut kepada suaminya, karena takut diceraikan. Mungkin posisinya hanya sebagai ibu rumah tangga dan tidak punya kemampuan untuk mencari penghasilan sendiri. Bisa jadi karena ada tanggungan orang tua atau adik yang dibiayai oleh suami. Atau mungkin juga karena sudah cinta mati kepada suami, sehingga takut diceraikan. Khusus alasan pada poin ini, memang istri benar-benar takut kepada suami.

3.    Memiliki sifat mengalah,
Pada dasarnya wanita memiliki sifat yang lembut dan mau mengalah. Apalagi kepada suami. Beruntunglah para suami jika istrinya memiliki sifat lembut dan mau mengalah. Sehingga terkesan takut kepada suami. Karena selalu saja mengalah dalam masalah apa saja.
Namun demikian, para suami yang memiliki istri dengan tipe seperti ini, janganlah besar kepala. Suatu saat bisa saja, istri yang mau mengalah berubah sifat menjadi tidak mau mengalah. Mungkin karena emosi yang sudah tidak tertahankan. Maka suami harus berhati-hati, dan seharusnya lebih menyayangi istrinya yang memiliki sifat mengalah. 

4.    Malu kepada orangtua,
Banyak istri yang terlihat takut kepada suami, tapi sebenarnya tidak. Mereka menahan diri dan tidak mau bertengkar dengan suami hanya karena takut malu kepada orang tua. Apalagi sampai bertengkar berkepanjangan dan berujung kepada perceraian. Alangkah malunya orang tua yang telah bersusah payah menikahkannya. Berapa besar biaya pernikahan yang telah dikeluarkan? Dan betapa malunya kepada keluarga dan kenalan!
Mungkin ini menjadi salah satu sebab, istri selalu menahan diri dan terkesan takut kepada suami.

5.    Takut dikurangi uang belanja,
Ada juga istri yang takut kepada suami, karena takut uang belanja bulanan dan uang jajan dikurangi oleh suaminya. Padahal istri sudah terbiasa dengan kondisi uang belanja plus uang jajan yang sekarang ini sehingga leluasa untuk belanja dan keperluan lainnya.
Dalam posisi ini, istri terlihat menuruti saja apa yang diinginkan oleh suami. Tidak mau membantah, sepanjang hal itu masih merupakan kewajaran dalam urusan rumah tangga.

6.    Takut suami kawin lagi,
Tidak jarang pula istri yang takut suaminya kawin lagi, sehingga berusaha keras melakukan segala cara agar suami tidak kawin lagi. Rumah diusahakan harus benar-benar bersih dan rapi setiap saat. Anak-anak terurus dengan baik. Istri harus terlihat cantik dan menyenangkan bila setiap saat suami melihatnya. Untuk itu istri rela menuruti apa saja kemauan suami dan bekerja keras sepanjang hari. Istri akan berusaha sekuat mungkin, agar suami merasa betah dan nyaman dirumah. Sehingga tidak berpikiran untuk kawin lagi.

7.    Takut pikiran sendiri,
Ada pula istri yang dihantui oleh pikirannya sendiri, bahwa suami bisa tidak sayang lagi. Suami punya selingkuhan diluar atau mau kawin lagi. Dan berbagai macam alasan yang sebenarnya hanya merupakan ketakutan istri saja. Padahal sang suami tidak punya pemikiran seperti apa yang dipikirkan oleh istrinya. Namun sang  istri sudah ketakutan duluan. Sehingga selalu merasa takut kepada suami. Setiap hari terpikir, suami mau selingkuh, suami mau kawin lagi, suami tidak sayang lagi, padahal suami tidak seperti itu. Ketakutan itu seperti sudah merasuk ke dalam darah dan dagingnya.

8.    Suami memiliki temperamen tinggi,
Bisa jadi istri takut kepada suami, karena suaminya bertemperamen tinggi. Salah sedikit marah. Kurang cocok sendiri langsung berhamburan kata-kata kasar. Tak jarang hanya karena salah bicara, suami langsung membentak. Hal-hal seperti itu, membuat istri merasa takut kepada suami. Takut salah bicara, takut berbuat sesuatu yang salah sehingga suami menjadi marah.

9.    Suami suka melakukan KDRT,
Nah, kalau suami suka melakukan Kekerasaan Dalam Rumah Tangga atau KDRT, ini memang hal yang sangat serius. Seharusnya apapun yang menyebabkan suami melakukan KDRT, itu tidak bisa ditolerir. Karena KDRT itu ancamannya pidana. Sekali mungkin karena emosi yang tak terkendali suami melakukan KDRT namun setelah itu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Asalkan istri mau  memaafkan karena alasan untuk keutuhan rumah tangga dan anak-anak, mungkin masih bisa diterima.
Dalam hal ini, seharusnya istri tidak mau mengalah, karena sekali suami melakukan KDRT, itu akan meninggalkan bekas luka yang dalam.

Tips :

Tip Pertama,
Buang jauh-jauh pemikiran, bahwa suami harus ditakuti. Suami tidak harus  ditakuti, tapi ditaati, sepanjang tidak melanggar norma agama, hukum dan etika.

Tip Kedua,
Ciptakan hari-hari nyaman di rumah. Rumah harus bersih dan rapi. Anak-anak selalu bersih dan sehat. Istri siap menyambut suami sepulang kerja dalam kondisi sudah mandi dan berdandan seperlunya. Lakukan ini setiap hari.

Tip Ketiga,
Catat semua hal-hal yang tidak disukai suami. Jangan lakukan hal-hal itu, agar suami tidak terpancing emosinya dan tidak mudah marah.

Tip Keempat,
Usahakan selalu ada canda-canda segar dengan suami, sehingga suasana di rumah selalu cair. Dengan demikian  perasaan takut kepada suami berangsur-angsur hilang.

Tip Kelima,
Sewaktu suami sedang santai dengan kondisi happy, coba perlahan-lahan ceritakan permasalahan yang ada. Jangan tutup-tutupi masalah. Bila suatu saat masalah meledak, maka itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab istri. Oleh sebab itu, suami harus tahu masalah apapun di rumah, agar ia turut bertanggung jawab.

Tip Keenam,
 Bila kelima tips di atas, telah dilakukan, cobalah berpikir bahwa kedudukan istri dan suami dalam rumah tangga itu sama. Step by step tanamkan dalam pikiran bahwa istri dan suami memiliki hak yang sama di rumah tangga. Sehingga rasa takut kepada suami sedikit demi sedikit bias dihilangkan.


Kesimpulan,

Dari beberapa alasan yang telah diuraikan diatas, hanya poin Suami suka melakukan KDRT, itu yang sama sekali tidak boleh ditolerir. Beberapa alasan lain istri takut kepada suami, itu masih bisa dicarikan solusinya. Baik dari istri sendiri maupun dari suami.

Upaya merajut kebahagiaan di rumah tangga, harus atas dasar upaya berdua suami dan istri. Tidak boleh hanya dari satu pihak saja. Jadi tidak wajar kalau ada anggapan, bahwa istri itu harus takut kepada suami.

Taat kepada suami itu wajib hukumnya, sepanjang suami bisa menjadi imam yang baik dan bertanggung jawab. Taatitlah apa kata suami yang tidak melanggar ketentuan agama, ketentuan hukum dan etika atau kepantasan  yang wajar.

Rumah tangga bahagia itu dibangun atas dasar kebersamaan yang sejajar dari suami dan istri. Prinsipnya, saling menghargai, saling mengerti, saling percaya dan tetap saling menyayangi. Tidak perlu istri takut kepada suami dan atau sebaliknya. Mudah-mudahan, impian rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah dapat tercapai!

Demikianlah edisi kali ini. Semoga Bermanfaat !

Belum ada Komentar untuk "Wajarkah Istri Takut Kepada Suami ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel