Usia Ideal Pernikahan

Foto pernikahan Pengantin Baru



Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan bukanlah sesuatu yang dapat dipermainkan, untuk itu diperlukan persiapan yang matang termasuk usia. Banyak pernikahan di usia muda yang berantakan karena cara berpikir pengantinnya belum matang. Sehingga mudah sekali  terjadi pertengkaran yang berujung kepada perceraian. Tapi tidak jarang pula pasangan usia di atas tiga puluhan yang rumah tangganya tidak bertahan lama.  Lalu, berapa batas usia ideal pernikahan?

Mengenai usia minimal menikah memang banyak menuai perdebatan, di satu sisi mendukung pernikahan dini dan di sisi lainnya menyarankan untuk tidak terburu-buru. Jika menelaah dari UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, banyak pihak yang berpendapat jika batas usia menikah yang tercantum didalamnya sangat tidak ideal.

Pasalnya, UU tersebut berisi usia ideal pernikahan untuk laki-laki adalah 19 tahun sedangkan untuk perempuan minimal 16 tahun. Seperti yang di ketahui, jika di usia tersebut organ reproduksi pria dan wanita belum matang sempurna serta pola pikir pun belum beranjak dewasa. Sehingga kemungkinan terjadinya pertengkaran bahkan hingga perceraian sangat besar. Tak mengherankan jika di negeri ini, perpisahan kerap kali terjadi pada pasangan muda.

Umumnya, pernikahan dini kebanyakan terjadi atas dasar alasan adat hingga kehamilan di luar nikah. Menurut BKKBN, angka perceraian akibat dari menikah di usia muda lebih dari 50 persen.  Hal tersebut didukung oleh faktor belum cukup dewasa dan kurang berpengalaman dari kedua pihak dalam menyikapi konflik rumah tangga.


Pernikahan Dini Mengancam Kesejahteraan Anak

Ada pandangan menikah di usia-usia remaja atau di bawah 20 tahun akan meningkatkan resiko kehilangan kesejahteraan pada anak. Hal tersebut didasari karena banyak anak yang putus sekolah, kehilangan hak untuk tumbuh dan berkembang, hingga sulit mendapat pekerjaan.

Anak di usia remaja pada umumnya belum mampu menghidupi keluarga, sebab mereka tidak memiliki keuangan yang stabil dan belum yakin betul terkait masa depannya. Mereka masih ingin mengejar cita-cita, melanjutnya pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau sekedar berpetualang mencari jati diri.

Tak hanya itu, imbas dari pernikahan dini adalah mengancam kesehatan reproduksi anak terutama perempuan. Di usia remaja, resiko seperti keguguran, kanker serviks, dan penyakit kelamin lainnya bisa saja terjadi lantaran organ reproduksi belum bekerja optimal.


Usia Ideal Menikah Menurut Para Ahli

Lalu berapakah usia ideal pernikahan pria dan wanita yang dianjurkan oleh medis dan psikolog?

Merangkum dari banyak studi dan survei, angka perceraian dapat dipangkas hingga 50 persen pada pasangan yang menikah di kisaran usia 25 tahun ke atas. Persentasenya juga bisa turun beberapa persen seiring dengan semakin berumurnya orang tersebut, jadi bisa disimpulkan jika semakin tua semakin ideal untuk menikah.

Namun bukan berarti harus menunggu tua terlebih dulu, sebab terlampau tua dan atau terlalu muda seseorang dalam menikah juga tidak baik. Menurut sebuah studi dari Journal of Social and Personal Relationship, usia ideal menikah pria dan wanita adalah 25 tahun. Sedangkah dari Biro Sensus AS menyatakan bahwa usia 29 tahun untuk pria dan usia 27 tahun bagi wanita adalah usia yang paling pas untuk melangsungkan pernikahan.

Dengan begitu, usia terbaik menikah agar tercipta kebahagiaan ada di kisaran 28-32 tahun. BKKBN sendiri menilai wanita Indonesia setidaknya harus berusia 21 tahun terlebih dulu. Tidak usah terburu-buru untuk membina rumah tangga dengan pasangan, pelajari dulu apa saja yang bakal dihadapi nantinya.

Para ahli percaya, jika semakin tua sifat seseorang akan bertambah dewasa. Itu artinya ia telah mampu meredam masalah pada dirinya sendiri maupun keluarganya. Di usia 20 tahun-an awal, mungkin kita belum mampu membedakan mana cinta yang didasari nafsu dan mana yang benar-benar tulus.

Namun, seiring bertambahnya usia hal tersebut sangat mudah dibedakan. Sebab, semakin dewasa seseorang berarti ia telah menemukan jati diri yang sesungguhnya. Ia juga telah tahu apa tujuan hidup realistis yang harus dikejar dan mampu memikul tanggung jawab besar pada pundaknya.

Kematangan fisik dan mental juga akan terlihat pada orang yang telah menginjak usia dewasa, sehingga kemungkinan besar tidak akan menemui masalah dalam keluarganya. Usia dewasa juga ditandai dengan stabilitas finansial yang dimiliki, ia telah mempunyai pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya kelak serta tabungan untuk masa depan.


Pernikahan Tidak Memandang Usia

Walaupun menurut medis dan psikolog sudah ditetapkan usia ideal pernikahan, akan tetapi semua kembali kepada diri kita sendiri. Jika dirasa fisik dan mental sudah siap untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius, maka silahkan saja. Pada akhirnya, pasangan yang mau menikahlah yang menentukan kapan usia ideal untuk menikah. Apakah itu di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun sekalipun.

Pernikahan dan perceraian sendiri tidak dapat diukur hanya dengan angka, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Tidak ada peraturan yang melarang siapapun untuk menikah muda, sepanjang sudah memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku.. Undang-undang dibuat hanya supaya tahu usia matang seseorang, tapi tidak harus disamakan betul.

Asalkan kedua pasangan telah siap lahir dan batin, serta memiliki keuangan yang cukup maka pernikahan bukan lah sebuah kesalahan. Akan tetapi, sebelum itu harus siap terlebih dulu akan resiko yang ditimbulkan dan selalu bersikap dewasa dalam menangani masalah.

Matang atau dewasa dalam sikap, tidak ditentukan oleh usia, melainkan dari pribadi masing-masing. Walau tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam usia muda kematangan berfikir lebih jarang ditemui daripada yang berusia dewasa.


Kesimpulan,

Siapkan dulu lahir dan batin bila mau menikah. Fisik dan materi. Siap dalam arti kata, pengantin pria memiliki penghasilan yang cukup untuk membiayai rumah tangga. Tentunya istri dan anak. Istri juga harus siap lahir dan batin untuk mengurus rumah tangga. Mengurus suami dan anak. Tidak kalah pentingnya, siapkan mental untuk menjadi seorang suami yang bertanggung jawab, juga menjadi istri yang amanah dan menyenangkan suami. Untuk calon pengantin usia muda, harus banyak belajar dari orang tua atau keluarga bagaimana cara mengatur rumah tangga.

Jangan lupa, sebelum menikah periksakan dulu kesehatan kedua belah pihak. Calon suami dan calon istri. Bukan hanya memeriksakan tentang kesehatan dan penyakit menular, tapi juga kesiapan untuk memiliki  keturuinan. Bisa saja calon istri yang tidak subur, namun bukan tidak mungkin pula calon suami yang mandul. Masalah memiliki keturunan juga menjadi salah satu penyebab pertengkaran yang bisa berujung kepada perceraian. Jangan lalai untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dan untuk hal ini tidak ada  batasan usia. Tua atau muda calon pengantin, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. 

Paling baik, setiap pasangan yang mau menikah, harus memiliki prinsip mau saling mengalah, saling menghargai, saling mengerti dan tetap saling menyayang satu sama lain. Jangan mudah mengucapkan kata  cerai, kalau terjadi pertengkaran. Supaya pernikahan bisa langgeng sampai ke anak cucu atau sampai maut memisahkan.

Demikian pembahasan mengenai usia ideal pernikahan. Semoga bermanfaat!

Belum ada Komentar untuk "Usia Ideal Pernikahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel