CARA LATIHAN BERPIDATO




Pendahuluan :
Persiapan pidato sudah dilakukan. Teks pidato telah disusun, sekaranglah saatnya unjuk ketrampilan berbicara di depan umum. Benarkah langsung bisa begitu? Tunggu dulu! Masih ada satu tahap lagi yang perlu dilalui sebelum naik ke podium untuk berpidato. Tahapan itu adalah Latihan berpidato.
Kecuali materi yang akan dipidatokan itu sudah benar-benar dikuasai, boleh tidak melakukan latihan berpidato. Itupun dengan catatan, bahwa kita sudah terbiasa melakukan pidato di depan audiens. Sebaliknya bila materi belum dikuasai dan belum terbiasa berbicara di depan umum, maka latihan berpidato wajib dilakukan. Jangan membuat malu diri sendiri!
Latihan berpidato sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri ketika  berbicara di depan umum. Semakin sering kita melakukan latihan akan semakin baik. Mudah-mudahan bisa menghapalkan teks pidato yang sudah disusun. Jika materi tidak bisa dihapalkan, cobalah lakukan latihan menggunakan metode pidato yang garis besar materinya sudah dibuatkan catatan garis besarnya, tinggal mengembangkan saja. Setelah itu secara bertahap mulai menghapalkan teks atau isi pidato. Namun kalau tidak bisa, mulailah dengan membaca teks yang sudah disusun.
Etika Berpidato :
Sebelumnya perhatikan dulu tentang etika berpidato di depan umum yang perlu diketahui, antara lain :
  1. Berpakaian rapi dan bersih dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan.
  2. Gunakanlah kata-kata yang sopan dan tetap rendah hati.
  3. Jangan memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan.
  4. Jika memungkinkan selipkan humor yang sopan, untuk mengantisipasi agar audiens tidak bosan bila pidatonya agak panjang.
  5. Persiapkan diri semaksimal mungkin, jika berpidato di depan orang-orang terkemuka atau tokoh penting.
  6. Jagalah jangan sampai ada ucapan yang dapat menyinggung agama, adat istiadat, harga diri atau martabat masyarakat, kelompok atau suku tertentu.
  7. Gunakan kata atau kalimat dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh audiens.
  8. Hilangkanlah kata-kata yang tidak perlu, seperti um, uh, eee, bukan, apa namanya dan ungkapan serupa lainnya. Ini hanya akan membuat kita terlihat gugup dan kurang percaya diri. Kadang ada audiens yang suka iseng menghitung berapa kali kita mengulangi kata-kata seperti itu.
  9. Jagalah postur tubuh agar tetap berdiri tegak tapi rileks. Postur tubuh tegak akan menambah wibawa saat berpidato.
  10. Sesekali gunakan tangan atau gestur tubuh bergerak sedikit untuk menambah bobot pidato, asal jangan berlebihan.

Peralatan untuk latihan :

Siapkan beberapa peralatan untuk latihan, yaitu :

1.    Cermin, kalau bisa seukuran badan, kalaupun tidak ada cukup yang separoh badan kita.
2.    Alat perekam video, hape juga bisa.
3.   Pakaian rapi dan lengkap dengan sepatu, sedapat mungkin sama dengan yang akan dipakai saat berpidato (sesuaikan dengan tema pidato dan audiens, misalnya saat acara olahraga jangan memakai batik).
4.    Jika memungkinkan, ajaklah seorang teman atau lebih untuk menyaksikan dan memberikan komentar bila terdapat kesalahan.
Mulai Latihan :
Oke, sekarang mulailah latihan berpidato. Gunakan teks pidato di bawah ini.
Siapkan cermin dan kamera hape untuk merekam. Anggaplah cermin dan kamera hape itu audiens. Anggap ini bukan latihan tapi pidato beneran. Berjalanlah  santai ke arah depan cermin dan kamera hape. Lalu lakukan hal-hal sebagai berikut :
1.    Berdiri tegak tapi rileks menghadap ke cermin dan kamera hape (jangan seperti bersiap tapi jangan terlalu pula membungkuk).
2.    Tarik napas dalam-dalam dan buang perlahan. Jaga pernapasan agar tetap teratur.
3.    Mulai dengan senyuman dan sedikit anggukan kepada audiens.
4.    Sapa audiens dengan ramah.
5.  Tatapan mata mengarah ke audiens, tapi jangan fokus hanya ke salah satu audiens. Mulai dari barisan tengah depan, perlahan bergeser ke kiri, ke tengah lagi dan bergeser ke kanan. Sesekali ke arah belakang. Pandangan mata berhenti sejenak, kemudian bergerak lagi. Hal ini perlu dilakukan agar semua audiens merasa diperhatikan. Lakukan terus seperti itu.
6.  Hindari pandangan mendongak atau melihat ke bawah, sesekali boleh tapi hanya sekejap saja lalu berpindah fokus lagi.
7.  Pakai ekspresi yang tepat dan sesuai dengan tema saat berpidato. Tatapan mata, mimik wajah, gerakan tangan dan gestur tubuh harus selaras.
8.    Saatnya latihan berpidato.
9.  Mulailah dengan irama rendah, jangan langsung ngegas. Saat menyampaikan isi pidato, disitulah tempatnya bersuara lantang. Pada bagian akhir pidato, kembali munculkan irama rendah yang bisa menyedot perhatian audiens. Pidato harus ada iramanya, kalau tidak akan terasa monoton.
10. Jangan terburu-buru ketika berpidato. Sampaikan pidato secara tenang dan mengalir agar mudah diserap oleh audiens.
11. Jaga artikulasi kata agar diucapkan dengan, jelas jangan seperti bergumam.
12. Perhatikan durasi. Jangan sampai terlewati atau ada pesan yang tidak sempat disampaikan karena terbatasnya durasi.
13. Latihlah tehnik micking. Jika bersuara rendah atau pelan usahakan bibir agar dekat dengan mikropon, namun bila bersuara lantang atau keras bahkan berteriak, jauhkan sedikit mulut dengan mikropon. Semakin keras bicara, semakin menjaga jarak dengan mickropon. Latihlah!
14.Ulangi lagi pidato berulang-ulang dengan percaya diri. Kalau perlu sampai hapal teks pidatonya.
Evaluasi hasil latihan :
Menggunakan cermin dan atau kamera hape untuk melihat dan merekam saat latihan, akan memudahkan untuk mengetahui kebiasaan buruk yang terbawa saat berpidato. Telitilah hasil pidato, temukan berbagai kesalahan yang terjadi, antara lain :
1.   Terlalu sering mengedipkan mata. Coba latihan untuk menahan seberapa lama mata tahan tidak berkedip. Lakukan berulang-ulang sehingga diperoleh durasi tidak berkedip semakin lama.
2. Secara tidak sadar memasukan sebelah tangan ke kantong celana. Inilah salah satu kebiasaan yang muncul ketika gugup. Atau bisa juga ini merupakan kebiasaan yang terbawa sejak lama. Jangan lakukan ini, kesannya dengan memasukkan sebelah tangan ke kantung celana adalah menunjukkan kesombongan atau kegugupan karena tidak percaya diri.
3. Menggaruk-garuk kepala. Cobalah latihan untuk tidak sering menggaruk-garuk kepala. Lakukan latihan berulang untuk menghindari kebiasaan ini.
4.   Meremas-remas ujung kemeja. Sama halnya dengan kebiasaan menggaruk-garuk kepala, kebiasaan meremas-remas ujung kemeja bukanlah kebiasaan baik. Bukan tidak mungkin ada audiens yang usil memerhatikan hal ini. Lakukan latihan untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.
5.   Mengeluarkan kata uuh, eee, uhm, bukan, apa namanya dan lain-lain terlalu sering. Cobalah hitung seberapa sering kita mengucapkan kata-kata seperti itu. Lalu lakukan latihan lagi dan hitung lagi. Lakukan sampai kata-kata di atas itu bisa hilang saat berpidato.
6.    Speed saat berpidato. Terlalu cepat dan terkesan terburu-buru ingin cepat selesai. Latihlah berbicara perlahan dengan suara yang agak lantang dan jelas.
7.  Artikulasi yang kurang jelas, sehingga berbicara seperti menggumam Latihlah berbicara dengan membuka mulut lebar-lebar. Ucapkan vokal a, e, i, o, u secara jelas. Jangan mengucapkan kata-kata itu dengan bibir terkunci atau seperti menggigit bibir, sehingga ucapan yang dikeluarkan tidak jelas.
Berlatihlah berulang-ulang sampai tidak perlu melihat catatan lagi. Ingatlah persiapan yang sudah dilakukan, teks pidato yang telah disusun dan latihan yang baik berperan penting saat berbicara di depan audiens. Berusahalah menghafal teks pidato atau setidaknya poin-poin penting yang ingin disampaikan. Kalau bisa jangan membaca teks pidato, tapi berpidatolah.


CONTOH TEKS PIDATO
·         Tema              : Acara Halal Bihalal PT Bumi Semakin Makmur
·         Audiens         : Karyawan & Pimpinan Perusahaan +/- 50 orang
·         Tempat           : Gedung Serbaguna Perusahaan
·         Durasi            : 15 menit


Teks Pidato :

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.


Bismillaahirrohmanirrohim,
Alhamdulillahirobbil ‘aalamin. Washolatu was salaamu ‘alaa asyrofil; anbiyaa-i wal mursalin, wa’alaa aalihi washobhihi ajma’iin. Ammaa Ba’du.

Yang saya hormati Bapak Komisaris Utama PT Bumi Semakin Makmur,
Yang saya hormati Bapak Direktur Utama PT Bumi Semakin Makmur,
Yang saya hormati Bapak Direktur Kepegawaian PT Bumi Semakin Makmur,
Yang saya cintai rekan-rekan Karyawan PT Bumi Semakin Makmur,

Pertama sekali marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT, yang telah memberikan limpahan iman, rezeki dan nikmat kesehatan kepada kita, sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Selanjutnya sholawat dan salam kita sampaikan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, semoga kelak kita semua mendapat syafaatnya di hari yaumil akhir. Amin Ya Robbal Alamin.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara semua, selama satu bulan penuh, kita telah menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan serta ibadah-ibadah lainnya. Di bulan suci Ramadhan telah diuji keimanan dan ketaqwaan kita. Apakah masih seperti di bulan-bulan sebelumnya? Apakah sudah lebih baik dan bertambah amal ibadah kita di bulan suci itu?

Mudah-mudahan semua yang hadir disini termasuk Hamba Allah yang gemar beribadah. Yang tadinya sholat fardhunya masih bolong-bolong, di bulan Ramadhan sudah tertib mengerjakan salat lima waktu. Yang tadinya tidak mengerjakan salat sunat Rawatib sekarang sudah mengerjakan. Yang tadinya tidak mengerjakan salat Tahajud sekarang sudah mengerjakan. Yang tadinya tidak rajin membaca ayat-ayat Kitab Suci Al Qur’an, sekarang setiap hari sudah membaca. Yang tadinya kurang suka berinfaq dan bersedekah, sekarang paling rajin. Yang tadinya suka  berghibah sekarang mulutnya seperti terkunci. Yang tadinya tidak mengerjakan perintah-perintah Allah sekarang sudah mengerjakan. Yang tadinya mungkin sering melanggar larangan-larangan Allah, tapi sekarang Alhamdulillah tidak lagi melanggarnya. Itulah berkah bulan Ramadhan. Bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara sekalian, sekarang ini kita telah memasuki bulan Syawal. Dimulai dengan Hari raya Idul Fitri yang merupakan hari Kemenangan. Menang, karena kita telah berhasil meningkatkan amal ibadah kita selama di bulan Ramadhan. Dan Insya Allah peningkatan amal ibadah yang telah kita lakukan itu akan bertahan dan mungkin bertambah di bulan-bulan berikutnya. Itu semua diharapkan akan semakin membentuk pribadi kita yang berakhlaktul kharimah. Tidak hanya di segi amal ibadah, tapi juga dalam melakukan pekerjaan di perusahaan ini. Karena bekerja juga termasuk ibadah yang wajib kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Itulah arti sebuah kemenangan!

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara yang hadir di tempat yang berbahagia ini, pada hari ini kita mengadakan acara Halal bihalal dengan tujuan memupuk hubungan silaturahmi antara kita semua. Antara bawahan dengan pimpinan dan antar sesama karyawan. Hilangkan rasa saling curiga, marilah kita selalu berbaik sangka dan bekerja dengan tulus ikhlas untuk kemajuan perusahaan yang berarti juga untuk kemajuan kita semua. Untuk itu di bulan dan hari yang Fitri ini, marilah kita saling maaf memaafkan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara sekalian, ada sebuah Hadits dari Rasulullah SAW yang artinya :

“Dua orang Islam yang bertemu satu sama lain, kemudian mau saling berjabatan tangan antara keduanya, maka kedua orang itu akan diampuni Allah (begitu cepat datangnya ampunan itu) sebelum mereka berpisah satu sama lainnya.” (Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majjah).

Oleh karena itu di akhir acara ini marilah kita saling berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan untuk menghapus segala salah dan khilaf di antara kita semua.

Dan sebelum pembicaraan ini saya akhiri, atas nama semua karyawan dengan ini mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Direktur Utama yang telah berkenan mengizinkan acara Halal Bihalal diselenggarakan di tempat ini. Semoga Allah SWT membalas budi baik Bapak Direktur Utama.

Selamat Hari Raya Idul Fitri .... H, Minaal ‘aa-idin wal faa-izin. Mohon Maaf lahir dan batin. Terimakasih atas perhatian yang telah diberikan.

Wabillahit Taufiq Walhidayat Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Belum ada Komentar untuk "CARA LATIHAN BERPIDATO"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel