TIPS DAN CARA BERPIDATO



Latihan berpidato sudah dikerjakan dengan maksimal. Teks pidato telah disusun sesuai dengan tema acara. Persiapan pun jauh-jauh hari sudah dilakukan. Tibalah saat berpidato di depan audiens.

Berpidato adalah sebuah ketrampilan yang bisa dipelajari dan dipraktekkan. Semakin sering kita berpidato akan semakin terlatih dan percaya diri. Tidak akan pernah ada, seseorang yang sama sekali belum pernah berpidato dapat langsung lancar berpidato. Namun dengan persiapan yang matang, dengan berbekal teks pidato yang telah disusun rapi serta disertai dengan latihan berpidato berulang kali, maka diharapkan pidato yang akan dilakukan bisa berjalan lancar dan sukses.

Beberapa hal penting yang perlu dilakukan sebelum berpidato :
1.    Sempatkan untuk meninjau lokasi pidato sebelum hari H.
Penting untuk mengetahui jarak lokasi acara dengan rumah, agar tidak terlambat tiba di lokasi. Selain itu berguna untuk mengenal situasi dan kondisi tempat acara. Mencari tahu panggung tempat berpidato, tempat audiens dan lain-lain agar tidak canggung sewaktu berpidato, karena sudah mengeal lokasi.
2.    Datanglah lebih dahulu sebelum acara dimulai.
Jika tiba lebih dahulu di lokasi sebelum acara dimulai, paling tidak kita tidak akan merasa terburu-buru yang dapat menimbulkan kegelisahan.
3.    Perhatikan penampilan diri sendiri.
Mulai dari tatanan rambut, pakaian yang sesuai dengan tema acara dan sepatu yang dipakai perlu diperhatikan. Jangan sampai tidak sesuai dengan tema  acara. Misalnya bisa memakai Jas lengkap bila acara resmi. Memakai pakaian olahraga dan sepatu canvas bila tema acara adalah olahraga.
4.    Redakan kegelisahan (jika ada) dan tenangkan diri sebelum menuju podium.
Coba bersendagurau dengan teman-teman atau berjalan-jalan di tempat lokasi sambil menarik napas dalam-dalam agar menjadi teratur. Akuilah secara jujur bahwa ada rasa takut dan gelisah di dalam diri, namun ubahlah rasa takut dan gelisah itu dengan mengingat bahwa itu adalah hal yang wajar. Bayangkan akan sukses berpidato sehingga adrenalin kita bekerja dan rasa percaya diri pun perlahan muncul.
          5.    Lakukan pemanasan untuk melenturkan lidah dengan mengucapkan, "sasisuseso                mamimumemo naninuneno" atau "ular melingkar di pinggir pagar". Latih pemanasan             ini berulang-ulang.
6.    Berjalan dengan langkah tegap namun rileks ketika menuju podium.
Berjalan dengan langkah tegap bukan ala militer, tapi kepala tegak, dada sedikit membusung ke depan jangan menunduk. Langkah teratur jangan terlalu cepat tapi juga jangan terlalu lambat. Rileks!
7.    Berhenti sejenak saat berdiri sejajar dengan salah satu tokoh / pejabat yang paling dihormati (jika ada) dan anggukan kepala sedikit kearahnya (tanpa menunggu balasan lanjutkan melangkah ke podium).
8.    Saat tiba di podium, tetap berdiri tegak dan tarik napas dalam-dalam sebentar.
Layangkan pandangan ke arah audiens bergerak mulai dari barisan paling depan tengah, ke kanan, ke kiri dan terus ke arah belakang. Jangan berhenti, jangan terlalu cepat, santai seolah-olah melakukan itu tanpa disengaja. Lakukan kontak mata dengan salah serang teman baik, yang sudah janjian akan memberikan tanda acungan jempol bila ia ditatap, ini akan menimbulkan kepercayaan diri.
9.    Bila masih terasa grogi, pegang sebentar mikropon seolah-olah mau membetulkan letaknya. Gunakan kesempatan itu untuk membantu menenangkan diri.
10. Tarik napas dalam-dalam.
Mungkin Anda sudah sering mendengar tehnik ini. Tarik napas 4 hitungan, tahan napas 4 hitungan, buang napas 4 hitungan. Tehnik ini terdengar sudah usang, tapi memang terbukti sangat efektip. Lakukan berulang-ulang sampai detak jantung kembali normal dan merasa tenang. Buatlah tanpa diketahui oleh audiens, misalnya saat berpura-pura mau membetulkan letak mikropon.
           11.  Bila ingin berbicara dengan teknik yang efektif, ucapkan 190 kata / menit saat                         berpidato. Jangan lebih, agar efektip mengatur napas.
12. Mulailah berpidato.  Ingat anda pasti bisa!
a.    Lemparkan sedikit senyum manis
b.    Tetap berdiri tegak
c.    Sapa audiens dengan ramah
d.    Mulai bicara dengan perlahan, nada rendah dan tempo bicara normal pada saat menyampaikan Pembukaan.
e.    Saat menyampaikan Isi / Materi pidato, boleh bersuara agak keras / lantang tapi tetap sopan.
f.     Bila tiba pada bagian akhir pidato / penutup, sampaikan dengan nada rendah lagi jangan terlalu lantang.
g.    Oke, ini  saatnya menyampaikan pidato.


Teks Pidato :

Tema Acara              : Pelantikan Pejabat Baru PT Abadi Selalu Sukses
Lokasi                        : Gedung Serbaguna Perusahaan PT Abadi Selalu Sukses
Durasi                        : 15 menit
Audiens                     : Staff dan Karyawan PT Abadi Selalu Sukses +/- 30 orang.
Pembicara                 : Pejabat Baru PT Abadi Selalu Sukses

Posisi sudah di atas podium dan berdiri tegak menghadap audiens. Lemparkan senyum sambil mulai memegang mikropon dan mulai berbicara dengan nada rendah dan tempo normal.

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrahkatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Bapak Direktur Utama PT Abadi Selalu Sukses.
(seraya mengangguk hormat ke arah Direktur Utama),
Yang saya hormati Bapak Direktur SDM PT Abadi Selalu Sukses.
(seraya mengangguk hormat ke arah Direktur SDM)
Yang saya hormati dan cintai seluruh staff dan karyawan PT Abadi Selalu Sukses.
(berhenti sejenak, sambil melayangkan pandangan dan anggukan ke seluruh karyawan, boleh juga mengangkat tangan kanan sebagai tanda hormat).

Pertama kali marilah kita mengucapkan puji dan syukur ke Hadirath Allah SWT, yang karena atas berkah dan rahmatNya jualah sehingga kita bisa berkumpul di sore hari ini.
Selanjutnya sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada Baginda Rasulullah SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang, dengan membawa ajaran Islam kepada kita.

(berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam menenangkan diri, sambil melempar pandangan ke arah audiens)

Tiada kata yang pantas saya sampaikan, selain ucapan Alhamdulillah dihaturkan kepada Allah SWT dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Direktur Utama dan Bapak Direktur SDM atas penghargaan yang diberikan kepada saya berupa kenaikan jabatan. Semula hanya Staff Biasa sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan.

(saat mengucapkan kalimat ini arahkan pandangan kepada Direktur Utama sambil berikan sedikit anggukan. Hal yang sama lakukan juga kepada Direktur  SDM).

Ucapan terimakasih juga saya tujukan kepada seluruh Staff dan Karyawan PT Abadi Selalu Sukses. Karena tanpa bimbingan dan kerjasama yang baik dari semua rekan-rekan, mungkin jabatan ini tidak akan dianugerahkan oleh Pimpinan Perusahaan kepada saya.

Tidak lupa saya mengucapkan Terimakasih kepada istri dan keluarga di rumah yang terus mendorong saya agar giat bekerja dan jangan pernah melanggar ketentuan-ketentuan perusahaan. Mungkin ini juga menjadi salah satu penyebab saya bisa bekerja dengan baik di perusahaan ini.

(berhenti sejenak, agak sedikit mendongak ke atas seperti sedang menahan rasa haru yang muncul, lalu layangkan pandangan lagi ke arah audiens).

Saya tidak menyangka akan diberikan amanah untuk mengemban jabatan ini, karena memang hal ini tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Namun demikian dengan mengucapkan Bismillah, saya menerima tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Bagian Keuangan di PT Abadi Selalu Sukses.

Selama bekerja di perusahaan ini, saya merasa mendapat rumah kedua. Kerjasama yang baik bisa dilakukan bersama rekan-rekan karyawan. Bimbingan dan arahan juga selalu diberiikan oleh pimpinan perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan lancar. Itu juga yang membuat saya merasa nyaman bekerja di perusahaan ini. Saya rasa hal yang sama juga dirasakan oleh semua rekan-rekan karyawan. Semoga kita semua bisa berbuat yang lebih baik untuk tempat bekerja yang kita cintai ini. Terimakasih kepada Pimpinan Perusahaan dan seluruh rekan-rekan staff dan karyawan.

Pada kesempatan ini saya tetap memohon bimbingan dan arahan dari Bapak Direktur Utama dan Direktur-direktur lainnya, juga kepada seluruh staff dan karyawan, agar saya bisa lebih baik bekerja demi kemajuan perusahaan yang kita cintai ini.

(sampai pada bagian ini, ucapkanlah lagi dengan nada rendah dan agak perlahan)

Demikianlah kata sambutan yang bisa saya sampaikan. Bila terdapat sikap atau perkataan saya yang tidak pada tempatnya sehingga membuat Bapak dan Ibu menjadi kurang berkenan, mohonlah kiranya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Wabillahittaufiq Walhidayah. Wassalamu’alaikum Warrahmathullahi wabarrakatuh.

Diam sejenak, dan menganggukan kepala lagi kepada Direktur Utama. Tidak perlu menunggu balasan lalu turun dari podium dengan langkah tegap namun santai. Berjalan perlahan menuruni podium.

Selesai!

Catatan :
1.  Berbicaralah dengan gaya yag ekspresif, gunakan ekspresi wajah dan sedikit gerakan tangan untuk menarik simpati dan meyakinkan audiens.
2. Bila terasa ada kecanggungan atau kegugupan mulai melanda, berhentilah sejenak berpidato. Tariklah napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Fokus lagi! Setelah merasa tenang, lanjutkanlah berpidato.
3.    Bila terdapat kesalahan kata saat berpidato, segeralah ucapkan kata maaf. Koreksi sedikit. Tarik napas panjang, hembuskan perlahan. Jangan merasa grogi, teruskan berpidato sesuai teks yang telah disusun. Orang yang sudah pintar berppidato pun kadang kala juga pernah melakukan kesalahan saat berpidato. Jadi tidak perlu malu atau rendah diri.
4.  Tidak ada kata sempurna, apalagi bagi yang baru pertama kali berpidato. Ingatlah semua pasti bisa karena biasa.
5.  Tingkatkan keterampilan berbicara di depan umum. Kalau perlu ikutlah kursus berpidato, atau seminar dimana kita bisa ikut aktip berbicara.
6.  Jadilah diri sendiri saat berpidato. Jangan pernah berusaha menjadi seperti orang lain. Boleh mempelajari cara pidato orang lain, tapi jangan meniru persisi gaya pidato orang lain yang belum tentu cocok dengan karakter kita.
7.    Usahakan berpidato jangan membaca teks pidato.
8.  Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, jika merasa tidak bisa berpidato dengan baik. Ingatlah, masih ada waktu untuk memperbaiki. Jangan pernah menyerah. Lakukan lagi dan berlatih lagi.

Rangkaian artikel yang telah ditulis tentang Pidato, memang jauh dari kata sempurna. Mulai dari Persiapan, Menyusun Teks Pidato, Latihan Berpidato dan Praktik Pidato masih banyak kekurangan di sana sini. Walau belum sempurna, tapi paling tidak artikel-artikel itu ditulis dengan semangat membantu memberikan gambaran atau wawasan bagaimana cara berpidato yang baik, agar lancar dan tersampaikan tujuannya.


Semoga bermanfaat!

Belum ada Komentar untuk "TIPS DAN CARA BERPIDATO"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel