CONTOH PIDATO PAMITAN HAJI



Berangkat ke Tanah Suci Makkah al Mukarrahmah memenuhi Panggilan Suci dari Allah SWT, untuk menunaikan salah satu Rukun Islam, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi siapapun Hamba Allah yang bisa menjalani. Belum berangkat sajapun, rasa gembira, haru dan bahagia sudah menyelinap ke lubuk hati yang paling dalam. Apalagi sudah tiba di Makkah, airmata pun langsung bercucuran tak  tertahankan lagi.

Sangat beruntung dan bersyukurlah bagi yang bisa menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci. Kemampuan fisik dan materi menjadi salah satu syarat utama bagi yang ingin berangkat, sehingga bisa sehat dan selamat menjalani semua prosesi ibadah haji. Begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan, harus bisa tercukupi kebutuhannya, sekaligus aman berdiam di rumah. Itulah kondisi yang harus dipenuhi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, bila ingin berangkat ke Tanah Suci biasanya selalu bermaaf-maafan lebih dahulu dengan keluarga, tetangga, teman-teman kantor dan karib kerabat. Untuk itu sudah menjadi tradisi pula prosesi bermaaf-maafan itu dilakukan dalam suatu acara di rumah dengan mengundang keluarga, tetangga, teman kantor dan karib kerabat. Biasanya ahli bait akan diminta berpidato dalam acara itu.

Untuk memudahkan berpidato dalam acara yang dikenal dengan nama “Pamitan Haji”, berikut ini disusun sebuah naskah / teks pidato Pamitan Haji. Memang naskah atau teks pidato ini masih jauh dari kata sempurna, namun paling tidak bisa menjadi pedoman awal ketika berpidato. Bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.



TEKS PIDATO PAMITAN HAJI

Bismillahirrahmannirrohim,
Assalamu’alaaikum Warrahmatulahi Wabarrakaatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Alhamdulillaahi rabbil aa’lamiin, wa bihi nasta’inu ala umuurid dunyaa wad diin, was shalaatu was salaamu ala asyrafil mursaliin wa ala aalihi wa sahbihi ajmain, amma ba’duu!
Bapak-bapak, Ibu-ibu, para tamu undangan, yang dirahmati Allah  SWT.,
Pertama kali marilah kita panjatkan puji dan syukur ke Hadirath Allah  SWT, yang telah melimpahkan karunia, rahmat dan inayahNya kepada kita semua, sehingga dapat berkumpul di tempat ini.

Selanjutnya sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya. Dan semoga kita semua tetap menjadi pengikutnya yang setia, sehingga kelak di hari yaumil akhir kita mendapat syafaat dari beliau. Amin Ya Robbal Alamin!

Bapak2, Ibu2 para undangan yang dirahmati Allah SWT,
Izinkanlah kami selaku tuan rumah menyampaikan maksud dan tujuan menyelenggarakan acara ini, walaupun mungkin sebagian besar dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu telah mengetahui. Sebelumnya kami mengucapkan selamat datang atas kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu di tempat ini. Sekaligus ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah berkenan meluangkan waktu dan meringankan langkah menghadiri undangan yang telah kami sampaikan.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu para hadirin yang dikasihi Allah SWT,
Pada kesempatan ini, kami sampaikan bahwa jika diizinkan Allah SWT, kami berdua suami istri akan menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah Al Mukaromah dan Madinah al Munawaroh. Alhamdulillah semua persyaratan tehnis dan administrasi telah diselesaikan dan kami termasuk yang akan diberangkatkan pada kloter .... melalui Bandar Udara Soekarno Hatta. Insya Allah kami akan berangkat pada hari.... tanggal.... bulan ........tahun 2020.

Untuk itu, kami berdua bermaksud memohon pamit, sekaligus mohon doa dan restu, kiranya dalam menjalankan ibadah Haji ini diberi kesehatan, kekuatan lahir batin dan keselamatan. Sehingga rangkaian ibadah Haji yang kami kerjakan di tanah Suci dapat berjalan lancar dan diterima Allah SWT. Dan tidak lupa pula mohon doanya agar kami berdua diberi ketabahan dan kesabaran selama di Tanah Suci, karena mungkin akan banyak cobaan di sana bila kita tidak sabar dan ikhlas dalam menjalankan ibadah haji. Semoga pula kami berdua dapat kembali lagi ke rumah ini dengan sehat walafiat tanpa kurang suatu apapun.  Amin Ya Robbal Alamin!

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang diberkahi Allah SWT,
Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa, selama bergaul dengan Bapak-bapak dan Ibu-ibu banyak kekurangan dan kekhilafan. Baik dengan tetangga di lokasi sekitar rumah ini, maupun dengan teman-teman di kantor. Ataupun dengan Saudara-saudara kami yang dekat maupun yang jauh.

Untuk itu dengan perasaan tulus dan ikhlas, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan dan kekhilafan yang telah kami lakukan. Sudilah kiranya Bapak-bapak dan Ibu-ibu membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Agar dalam menjalankan ibadah Haji di Tanah Suci dapat kami lakukan dengan hati dan perasaan yang tenang tanpa dibebani rasa bersalah kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Mohon pula disampaikan permohonan maaf kami yang tulus kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang kebetulan berhalangan hadir, ataupun yang tanpa disengaja terlupakan mengundang mereka hadir ke tempat ini.

Pada kesempatan ini pula kami mohon bantuan agar kiranya Bapak dan Ibu yang tinggal berdekatan dengan rumah ini, berkenan melihat-lihat dan atau memantau tempat tinggal kami. Semoga berkat bantuan Bapak-bapak dan Ibu-ibu, rumah kami dan keluarga yang ditinggalkan tetap dalam keadaan aman, sehat dan mendapat perlindungan Allah SWT. Untuk itu sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu hadirin wal hadirat sekalian yang dirahmati Allah SWT,
Demikianlah yang menjadi maksud dan harapan kami. Selanjutnya untuk acara berikutnya kami harapkan Bapak-bapak dan Ibu-ibu berkenan mengikuti pengajian yang akan disampaikan oleh Al-Ustadz KH ………….. Dan setelah acara pengajian nanti usai, kami persilakan Bapak-bapak, Ibu-ibu langsung menikmati hidangan yang telah disediakan.

Pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak dan tidak ada perjamuan yang sempurna. Kami menyadari walaupun telah berusaha untuk menyajikan yang terbaik pada hari ini, namun bisa saja terdapat kekurangan di sana sini sehingga membuat Bapak dan Ibu menjadi kurang nyaman. Mungkin sapanya yang kurang ramah, penempatan yang kurang tepat, ruangan yang kurang sejuk, hidangan yang kurang asam garamnya, ataupun mungkin juga adat yang kurang tertempatkan. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, kiranya Bapak Ibu berkenan membukakan pintu maaf.
Dalam kesempatan ini, tidak lupa kami mendoakan agar kiranya Bapak Ibu para Hadirin dalam perjalanan pulang dari tempat ini, tetap mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Semoga dengan sehat dan selamat tiba di rumah masing-masing.
Demikianlah kata sambutan yang dapat kami sampaikan, sekali lagi atas nama saya sendiri dan istri tercinta, menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, bilamana terdapat kesalahan dan kekhilafan dalam penyampaian kata sambutan ini.
Robbanaa robbil’izzati ‘amma yasifuun, wassalaamun’alal mursaliin, alhamdulillaahi robbil’aalamien. Wabillaahittaufiq walhidayah Wassalamu’alaikum Warrahmaatulahi Wabarrakaatuh. .

Selesai!

Sekali lagi teks pidato Pamitan Haji di atas, mungkin masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kiranya teks pidato tersebut dapat diperbaiki lagi.

Namun apabila dirasakan teks pidato Pamitan Haji ini sudah dianggap baik, mohon kiranya pula dapat di share kepada teman-teman atau sahabat yang mungkin membutuhkannya.

Semoga bermanfaat! 

Belum ada Komentar untuk "CONTOH PIDATO PAMITAN HAJI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel