CONTOH PIDATO KEBERANGKATAN HAJI


Prosesi Tawaf mengelilingi Ka'bah tujuh kali saat Ibadah Haji

Sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat muslim Indonesia yang akan berangkat menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah untuk mengadakan tasyakuran. Apalagi kalau yang berangkat suami istri. Tujuan utamanya adalah meminta maaf kepada para tamu undangan yang datang. Biasanya pula dalam acara tersebut akan diisi berbagai macam acara, antara lain Pidato Keberangkatan atau Pelepasan Haji oleh yang mewakili para undangan. Pidato ini merupakan balasan Pidato Pamitan Haji dari calon haji yang akan berangkat.

Untuk mewakili para tamu atau undangan selalu diutamakan orang yang dituakan atau orang yang mempunyai jabatan atau kedudukan paling tinggi dari yang hadir. Bisa dari Pimpinan Perusahaan tempat calon haji itu bekerja, atau dari tokoh Muspika ataupun dari ulama yang hadir saat itu. Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan suami istri yang akan berangkat ke Tanah Suci, jika ada orang yang dituakan, ustadz ataupun yang mewakili Muspika bisa memberikan kata sambutan.

Inti dari Pidato Keberangkatan atau Pelepasan Haji ini biasanya berisikan ucapan selamat jalan sampai kembali, doa keselamatan dan doa agar menjadi haji / hajjah yang mabrur. Untuk lebih jelasnya, berikut ini disusunlah sebuah teks pidato pelepasan haji. Teks pidato ini, mungkin saja masih jauh dari kata sempurna, namun paling tidak bisa menjadi pedoman awal bagi siapa yang ditunjuk untuk mewakili berpidato.

Maqam Nabi Ibrahim AS


TEKS PIDATO KEBERANGKATAN / PELEPASAN HAJI
Bismillahirrahmanirrohim,
Assalaamu’alaikum Warrahmatulaahi Wabbarraakaatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Innal hamdalillah, nahmaduhu wa nasta’i nuhu, wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusina wa min sayyiati a’malina, mayahdillahu fala haadiyalah, asyhadu alla ilaaha illaullah, wahdahu laa syarikalaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, la nabiya wala rasuula ba’dah.
Pertama kali, marilah kita mengucapkan puji dan syukur ke Hadirath Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunia, antara lain berupa kesehatan dan kelapangan waktu sehingga kita bisa berkumpul di rumah ahli bait yang berbahagia ini.

Selanjutnya salawat dan salam marilah kita sampaikan kepada Baginda Nabi Muhammah SAW, yang telah menyampaikan Firman-firman  Allah SWT kepada kita, sehingga kita bisa hidup beriman dalam Islam. Semoga kelak di hari yaumil akhir kita semua mendapat syafaat dari beliau. Amin Ya Robbal Alamin.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT,
Pada hari ini kita semua datang memenuhi undangan Bapak Alimin dan Ibu Andari dalam rangka pelepasan mereka berangkat ke Tanah Suci Makkah Al Mukarrahmah.  Sepasang suami istri ini termasuk Hamba Allah yang diistimewakan Allah SWT. Tidak banyak Hamba Allah yang bisa terpilih untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah Al Mukarrahmah. Kenapa demikian?

Pertama, karena keterbatasan kuota dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sebagaimana diketahui dari sekitar dua ratus lima puluh juta rakyat Indonesia, hanya diizinkan sebanyak kurang lebih dua ratus dua puluh ribu jamaah haji yang bisa berangkat ke Tanah Suci Makkah Al Mukarrahmah. Itupun harus melalui penantian panjang yang cukup lama. Iya kalau Allah SWT masih memberikan umur yang panjang. Kalau berumur pendek maka berarti kita tidak akan bisa menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima.

Kedua, harus memiliki kemampuan materi, dimana biaya perjalanan haji ke Tanah Suci itu tidaklah murah. Tidak semua rakyat Indonesia yang beragama Islam memiliki kemampuan materi yang cukup untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima, yaitu menunaikan ibadah haji. Belum lagi biaya untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah selama kurang lebih empat puluh hari. Semua harus dicukupi sebelum berangkat ke Tanah Suci Makkah Al Mukarrahmah.  

Ketiga, harus memiliki kemampuan fisik yang prima. Rangkaian prosesi ibadah haji selama kurang lebih empat puluh hari lamanya cukup menguras energi dan tenaga. Dimulai dari persiapan di Indonesia, sampai melaksanakan tawwaf, sa’i dan melempar jumrah. Saat di Tanah Suci, pasti timbul keinginan untuk tetap melakukan ibadah salat fardhu serta salat-salat sunnahnya di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi setiap waktu. Ini akan sangat membutuhkan kesehatan dan fisik yang prima bagi setiap calon jamaah haji.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang diberkahi Allah SWT,
Sungguh beruntunglah Bapak Alimin dan Ibu Andari bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada hari ......, tanggal ...., bulan ....., tahun 2020 ini. Untuk itu mewakili para tamu dan undangan yang hadir di sini, saya mengucapkan selamat jalan menunaikan Ibadah haji. Semoga sehat dan ikhlas dalam perjalanan pergi dan dapat menjalankan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji selama di Tanah Suci. Setelah itu tetap dalam keadaan sehat dan selamat pulang ke rumah ini dengan membawa oleh-oleh berupa predikat haji dan hajjah yang mabrur.  Walau ada beberapa pengertian haji mabrur, bolehlah kita ambil salah satunya. Haji Mabrur yaitu yang ibadah hajinya diterima Allah dan setelahnya ibadah dan sikapnya menjadi lebih baik dari sebelumnya serta tidak mengulangi perbuatan maksiat. Bila bisa menjadi haji atau hajjah yang mabrur, maka Allah menjanjikan surga sebagai balasannya, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Rasulullah SAW,  yang artinya “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang dikasihi Allah SWT,
Semoga bagi yang belum terpilih untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, jangan putus asa, jangan pula iri kepada Bapak Alimin dan Ibu Andari. Tetaplah berdoa dan berusaha dengan jalan menabung. Mulailah dengan dana sedikitpun tidak mengapa, tapi sudah diniatkan. Semoga niat suci Bapak dan Ibu dicatat Allah SWT, semoga pula setelahnya diberikan kemudahan agar bisa mengikuti jejak dan langkah Bapak Alimin dan Ibu Andari berangkat ke Tanah Suci. Amin Ya Robbal Alamin.

Bapak-bapak dan Ib-ibu yang dirahmati Allah SWT,
Marilah kita melepas keberangkatan Bapak Alimin dan Ibu Andari ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah dengan doa semoga mereka bisa sehat, ikhlas dan sempurna mengerjakan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji. Amin Ya Robbal Alamin.

Demikianlah kata sambutan yang bisa saya sampaikan. Bila ada kata dan sikap yang kurang pada tempatnya mohon kiranya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Baarakallahu lii wa lakum fiil quranil adhiim, wa nafa’ni wa iyyakum bimaa fiihi mina aayaati wadz dzikrul hakiim, wa taqabbal minni wa minkum tilaawawatahu, innahu huwas samii’ul aliim, aquulu qauli hadzaa wastaghfirullahl adhiim lii wa lakum wa lisaairi muslimiin, fas taghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim. Wabillaahittaufiq walhidayah Wassalamu’alaikum Warrahmaatulahi Wabarrakaatuh.
Selesai!
Teks Pidato Keberangkatan / Pelepasan Haji di atas masih jauh dari kata sempurna. Bila ada kesalahan dan kekurangan mohon saran dan koreksinya, namun bila bisa dianggap baik mohon di share kepada siapa saja yang membutuhkan.

Semoga Bermanfaat!


Belum ada Komentar untuk "CONTOH PIDATO KEBERANGKATAN HAJI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel